Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung, Dedi Supandi.
Kabarbandung.id – Warga yang tinggal di perbatasan antara kota dan kabupaten dinilai memiliki tingkat stres lebih tinggi dibandingkan dengan yang tinggal di jantung kota. Masalah keluarga, menjadi faktor utama tingginya angka stres warga yang tinggal di perbatasan.
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung, Dedi Supandi, warga yang berada di perbatasan Kota Bandung seperti Mandalajati dan Gedebage memiliki tingkat stres yang cukup tinggi saat ini. Hal itu diakui Dedi banyaknya laporan dan pengaduan berbagai kasus di wilayah tersebut.
“Saat ini kalau melihat dari konteks pengaduan dari pelaporan dan pelapor dari masyarakat, rata-rata kondisi itu berada di daerah perbatasan, seperti Mandalajati, kalau daerah timurnya Gedebage. Dan di titik titik rawan perbatasan itu sebetulnya yang kita evaluasi dibanding dengan pusat-pusat perkotaan yang kita bilang perlu kewaspadaan,” ujar Dedi di Bandung, Rabu (20/2/2019).
Dedi menuturkan, keluarga menjadi faktor utama dengan berbagai permasalahan yang muncul. Berdasarkan beberapa kasus yang ada, keretakan atau permasalahan di dalam keluarga mengakibatkan sesorang mengambil jalan pintas atau mencari suasana baru sebagai obat permasalahan tersebut.
“Pertama berawal dari keluarga yang broken home. Makanya dari keluarga broken home itu dia sendiri tidak punya pemikiran positif kedepan, sehingga mudah terbujuk oleh orang lain. Setelah itu juga ada orang yang mengiming-imingi dengan gajih yang besar. Makanya karena awal titik permasalahan itu adalah keluarga,” bebernya.
Dedi pun mengakui, kehadiran Pusat Pelayanan Keluarga (Puspaga) menjadi salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut. Pasalnya di Puspaga, warga bisa curhat berbagai masalah keluarga guna menghindari adanya kasus kekerasan baik mental maupun fisik.
“Maka kita lakyukan yang Puspaga ini. Jadi di situ masyarakat bisa istilahnya curhat berbagai masalah di keluarga, dan nanti petugas akan memberikan masukan hingga cara-cara untuk menangani masalah tersebut. Jadi jika ada masalah dalam keluarga, jangan dipendam, jangan merasa itu aib, konsultasikan segera,” pungkasnya. (kur)
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…