Categories: KABAR KOTA

Bandung Evaluasi Proyek Metro Kapsul

Kabarbandung.id -?Pemerintah Kota Bandung masih melakukan kajian dan evaluasi terkait proyek pembangunan transportasi publik Metro Kapsul Bandung yang digagas sejak 2017 lalu.

Plt. Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna, meminta?Dinas Perhubungan juga akan berkonsultasi kembali dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

?Saya minta Dishub berkonsultasi ulang dengan BPKP dan LKPP untuk meminta review. Apakah semua seperti tahapan dan tindakan, itu sudah memenuhi kaidah norma?? kata Plt. Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna usai rapat evaluasi Metro Kapsul, di Balai Kota Bandung, Selasa (5/3/2019).

Ema mengakui, pencanangan pembangunan oleh Wali Kota sebelumnya telah penanda. Namun pembangunan Metro Kapsul diperkirakan akan memakan waktu cukup lama. Sejumlha tahapan harus dilalalui sesuai prosedur agar tidak menyalahi aturan.

?Saat implementasi itu tidak boleh lompat. Sesuai tahapan, prosedur itu harus betul lah. Tentunya kami memerintahkan buat telaah komprehensif. Kita harus tempuh semua dengan benar. Jika tidak dilanjut, ya dengan argumen yang benar juga,? papar Ema.

Seperti diketahui, dalam perencanaan pembangunan Metro Kapsul? akan melintasi beberapa pasar di Kota Bandung. Seperti Pasar Baru, ITC Kebon Kalapa, Pasar Ancol, Pasar Palasari sampai Pasar Kosambi.

?Saya lihat perjalanan masih panjang, karena proposal yang diajukan itu kan meminta kerjasama dengan PD Pasar Bermartabat. Karena berdasarkan rute yang dilalui itu beberapa aset Pemkot yang sudah menjadi penyertaaan modal dan asetnya PD pasar, ada Pasar Baru, ITC Kebon Kalapa, Pasar Ancol dan Pasar Palasari serta Pasar Kosambi,? ujarnya.

Untuk itu juga, Ema meminta agar PD Pasar Bermartabat? dan Bagian Perkonomian untuk memperhatikan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

?Kita harus perhatikan juga PD Pasar terkait dengan PP No.54 tahun 2017 tentang BUMD. Ini dievaluasi dulu bahwa perjanjian itu jelas secara prinsip harus saling menguntungkan dengan PT. PP (pengembang Metro Kapsul). Tidak boleh ada satu pihak dirugikan, jadi harus seimbang dari subjek hukum yang akan melakukan proses perjanjian,? jelasnya.

?Saya tugaskan Bagian Perekonomian untuk mengevaluasi kinerja. Apakah apabila PD Pasar melakukan perjanjian nantinya memenuhi persyaratan?? tanyanya. (kur)

Kurniawan

Recent Posts

Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…

2 tahun ago

Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…

2 tahun ago

Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…

2 tahun ago

Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…

2 tahun ago

Anies Minta Rakyat Riang Gembira di Pemilu 2024

BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…

2 tahun ago

Golkar Rapat Konsolidasi di Bandung Dihadiri 3 Ribu Saksi TPS

BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…

2 tahun ago