Categories: KABAR KOTA

Plus dan Minus Program Grab to Work

Kabarbandung.id – Ada sisi plus dan minus dari program carpooling melalui Grab to Work yang diujicobakan Dinas Perhubungan Kota Bandung sejak Senin (11/3/2019) kemarin.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi mengungkap kelebihan dan kekurangan yang dirasakan dari uji coba dalam dua hari itu. Apa kelebihannya?

“Ada yang mengatakan program ini asyik karena kami bisa seperti rapat kecil (dalam perjalanan). Sementara kalau di kantor aja susah untuk ketemu,” ujar Didi dalam kegiatan Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Kota Bandung, Selasa (12/3/2019).

Kelebihan lainnya, penumpang bisa makan hingga tidur sepanjang perjalanan. Padahal, hal itu biasanya sulit dilakukan jika menggunakan kendaraan pribadi.

“Yang kemarin banyak keluhan itu masalah titik kumpul. Karena ada yang jauh, ada yang muter. Misalnya, pak saya perginya ke arah barat, tapi saya harus ke timur dulu (ke titik kumpul). Hal-hal seperti itu (kendalanya),” jelasnya.

Berbagai kelebihan dan kekurangan itu akan dibahas Dishub setelah masa uji coba berakhir pada 15 Maret. Hal itu akan jadi bahan pertimbangan apakah program carpooling akan dibuat permanen atau tidak dilanjutkan.

Didi pun kembali mengajak para pengusaha transportasi jika ingin terlibat dalam uji coba carpooling. Sehingga, mereka tidak hanya protes, tapi ikut dalam uji coba. Tidak hanya transportasi online, angkot juga bisa terlibat.

“Ada berapa ASN, ada berapa pegawai bank, ada berapa pegawai pabrik, ada berapa siswa di Kota Bandung yang sebenarnya potensial untuk diangkut secara carpooling,” ungkapnya.

Tapi, ia berharap uji coba itu juga ditindaklanjuti oleh pihak terkait, misalnya pengusaha angkot. Sehingga program itu bisa berjalan efektif untuk mengurangi kemacetan. Di sisi lain, pengusaha transportasi juga diuntungkan.

Dishub sendiri siap memasilitasi uji coba carpooling, khususnya untuk angkot. Tapi, untuk masuk ke ranah tarif atau strategi bisnisnya, itu ranah perusahaan atau pengusahanya.

Ia mencontohkan program Angkot to School yang diujicobakan di salah satu SMP beberapa waktu lalu. Program itu juga merupakan carpooling.

Tapi, program itu hanya sebatas uji coba. Tidak ada tindak lanjut dari pengusaha angkot agar program itu dijalankan kontinyu.

“Kita harapkan besok angkot-angkot punya tim marketing juga. Sehingga lanjutannya (setelah uji coba) bisa ditindaklanjuti oleh mereka,” pungkas Didi. (bud)

Kurniawan

Recent Posts

Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…

2 tahun ago

Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…

2 tahun ago

Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…

2 tahun ago

Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…

2 tahun ago

Anies Minta Rakyat Riang Gembira di Pemilu 2024

BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…

2 tahun ago

Golkar Rapat Konsolidasi di Bandung Dihadiri 3 Ribu Saksi TPS

BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…

2 tahun ago