Kota Bandung akan menjadi salah satu pilot project Smart City Living Lab untuk menentukan permodelan kota cerdas di Indonesia bekerja sama dengan ITB. (Humas Pemkot Bandung)
Kabarbandung – Pemkot Bandung akan membenahi sejumlah fasilitas di Jalan Jawa dan Jalan Sumatera sebagai upaya untuk menciptakan Smart City Living Lab di kedua jalan tersebut.
Rencana pembenahan di dua jalan tersebut setelah tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) melaporkan perkembangan hasil observasi lapangan di kawasan Jalan Sumatera dan Jalan Jawa.
?Kita baru mulai survei eksisting nanti tinggal bagaimana respon dari masing-masing dinas sehingga nanti bisa diperbaiki secara besar,? kata Suhono Harso Supangkat, Guru Besar ITB saat hadir bersama tim Smart City Living Lab di Balai Kota Bandung.
Suhono menuturkan, dari hasil pengamatannya di lapangan terdapat sejumlah persoalan mendasar yang muncul di kawasan Jalan Sumatera-Jalan Jawa. Masalah itulah yang akan dibenahi untuk menciptakan Smart City Living Lab.
Dalam kawasan Smart City Living Lab tersebut, sambung Suhono, lingkungan yang ideal sesuai standarisasi ditunjang oleh multidisiplin dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sehingga, ujar dia, inventarisir masalah bisa lebih terperinci.
?Kita lihat hal-hal kecil itu yang menyebabkan belum nyamannya orang itu akan kita tingkatkan menjadi nyaman. Bagaimana parkir, trotoarnya, kemudian kehidupan sekolahnya. Bagaimana PKL dan drainasenya,? bebernya.
Suhono menyebutkan, beberapa SKPD yang ikut terlibat di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Ruang, Dinas Pendidikan, sampai aparat kewilayahan berperan dalam lokasi Smart City Living Lab tersebut.
?Sekarang kita mendetailkan rencana pembentukan Living Lab Smart City Bandung. Jadi kalau dulu di Bandung smart city itu makro, tapi sekarang kita mulai mengembangkan hal-hal kecil tapi berpengaruh di Kota Bandung,? jelasnya.
Perihal smart city ini, Suhono kembali mengingatkan, konsep tersebut bukanlah semata optimalisasi teknologi untuk menjalankan proses pembangunan di perkotaan. Namun, sambung dia, merupakan sebuah nilai yang secara luas merambah pada kultur masyarakat dalam menjalankan kehidupan di perkotaan secara cerdas.
?Smart city itu bukan teknologi ditambah kota, tapi termasuk law inforcement bagaimana orang membuang sampah, bagaimana orang parkir, bagaimana orang parkir di trotoar,? cetusnya.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…