Categories: KABAR KOTA

Stigma Magang di Jepang Harus Diubah

Kabarbandung.id – Program pemerintah Jawa Barat untuk memberikan kesempatan magang di Jepang bagi para lulusan SMK dan SMA telah berjalan lama.

Namun hal tersebut seakan menjadi bumerang. Disatu sisi, para pemagang akan mendapatkan gaji yang sangat besar pada program ini namun ketika selesai dan kembali ke Tanah Air, rata-rata para pemagang akan menganggur.

CEO Sentra Global Edukasi (SGE), yayasan pendidikan Indonesia dan Jepang, Rudi Subiyanto menilai hal tersebut lantaran mantan pemagang harus kembali mencari kerja di Tanah Air tanpa sertifikat atau peningkatan pendidikan, sedangkan usia produktif pun nyaris terlewati dan gaji di Indonesia yang biasanya lebih rendah.

“Mereka kerja, bukan magang. Kerjanya juga bukan bekerja biasa, tapi memiliki posisi strategis. Gajinya tidak ada yang di bawah Rp 22 juta per bulan,” katanya dalam Seminar Pendidikan Perawat Lansia Bersertifikat Jepang di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Seharusnya para lulusan SMK dan SMA ini difasilitasi untuk sekolah dan bekerja paruh waktu di Jepang.

Dorongan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam hal ini masih sangat dibutuhkan, terutama untuk memasukkan para lulusan SMK atau SMA ini dalam rangkaian pendidikan supaya bisa bersekolah bahasa di Jepang.

Selama ini, katanya terdapat 105 lulusan SMA dan SMK yang bekerja di bidang perhotelan, otomotif, animasi, dan bisnis manajemen, di Jepang. Sedangkan di bidang care worker atau perawat lansia, katanya, SGE dan Disdik Jabar bekerja sama menjaring para calon perawat.

Dari 622 pendaftar, hanya 30 yang lolos seleksi ketat dan akhirnya siap diberangkatkan Oktober 2019. Di bidang ini, katanya, 63 rumah sakit di Jepang sudah mengajukan permohonan pekerja careworker dari Jabar.

Dalam hal ini, SGE bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melakukan peningkatan mutu pendidikan dan pemahaman global bagi pelajar SMA dan SMK di Jabar dalam hal program pendidikan ke Jepang yang dituangkan dalam konsep ?Japan Indonesia Students Net (J.I.S.N)?.

Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, SGE dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Okayama Institute of Languages, Konan Gakuen, dan Konan Group Welfare Hospital Kochi Jepang.

Okan

Recent Posts

Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…

2 tahun ago

Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…

2 tahun ago

Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…

2 tahun ago

Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…

2 tahun ago

Anies Minta Rakyat Riang Gembira di Pemilu 2024

BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…

2 tahun ago

Golkar Rapat Konsolidasi di Bandung Dihadiri 3 Ribu Saksi TPS

BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…

2 tahun ago