Categories: HEADLINEKABAR KOTA

Pemkot Akan Perbanyak Ruang Bermain Anak

Kabarbandung.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM), mulai menghadirkan Pusat Pelayanan dan Kreativitas Anak (P2KA). Program layanan P2KA ini bakal hadir tersebar di seluruh kelurahan Kota Bandung.

Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak DP3APM Kota Bandung, Aniek Febriani menuturkan, salah satu bentuk P2KA yakni dengan menghadirkan ruang bermain ramah anak. Sebagai proyek pertama sekaligus acuan standarisasi fasilitasnya, P2KA hadir di Taman Tongkeng.

?Taman Tongkeng ini sebagai contoh P2KA yang harus ada di tiap kelurahan di Kota Bandung. Yakni bisa memfasilitasi kegiatan budaya, kreatif dan rekreatif. Anak di sana bisa bermain dan bersosialisasi,? kata Aniek.

Aniek menuturkan, ruang bermain harus ramah anak. Pengadaannya bukan hanya menempatkan arena bermain saja, namun juga harus memenuhi standarisasi keamanan.

?Setiap alat permainan di ruang bermain harus ramah anak, tidak boleh ada sudut lancip yang bisa menyebabkan luka. Medianya tidak keras atau dari pasir. Karena kalau pasir abis kena ujan juga nanti keras,? paparnya.

Dari data Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3), Antiek menyebutkan di Kota Bandung ini terdapat 204 taman dengan fasilitas bermain anak-anak. Sebagai percontohan standarisasinya baru ada di Taman Tongkeng.

Sebagai indikatornya, sambung Aniek, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) telah menetapkan Taman Tongkeng ramah anak. Taman Tongkeng ini mendapatkan kategori nilai terbaik atau di level paripurna.

?RBRA (Ruang Bermain Ramah Anak) ini cikal bakalnya di Taman Tongkeng. Kita kolaborasi dengan dinas terkait penilaiannya mendapatkan di paripurna dengan nilai 425. Jadi tingkatan penilaiannya itu ada pratama, madya, nindya, utama dan RBRA. Untuk Taman Tongkeng ini kategori RBRA,? terangnya.

Aniek mengungkapkan, P2KA ini sebagai wujud komitmen Pemkot Bandung untuk memberikan pelayanan optimal dalam pemenuhan hak anak. Terlebih, Kota Bandung juga baru saja memertahankan predikat sebagai Kota Layak Anak (KLA) pada 2019 ini.

Kendati masih memertahankan kategori nindya KLA, namun Kota Bandung berhasil meningkatkan skor penilaian KLA. Sebelumnya pada 2018 lalu Kota Bandung hanya mendapat skor dari 707, namun di 2019 meningkat menjadi 741.

?Untuk mewujudkan Kota Bandung sebagai kota layak anak dan mewujudkan Bandung ramah anak yang agamis, makanya P2KA ini harus ada di tiap kelurahan. Bagi kelurahan yang masih belum paham silahkan bisa datang ke DP3APM untuk konsultasi lebih lanjut,? katanya.

Okan

Recent Posts

Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…

2 tahun ago

Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…

2 tahun ago

Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…

2 tahun ago

Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…

2 tahun ago

Anies Minta Rakyat Riang Gembira di Pemilu 2024

BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…

2 tahun ago

Golkar Rapat Konsolidasi di Bandung Dihadiri 3 Ribu Saksi TPS

BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…

2 tahun ago