Categories: HEADLINEKABAR KOTA

Bela Negara Lewat 5 Ribu Drumpori

Bandung – Pemkot Bandung hari ini menggelar aksi pembuatan 5 ribu drumpori. Aksi ini untuk memperingati Hari Bela Negara pada Kamis (19/12/2019).

Secara simbolis, pembuatan drumpori dilakukan Wali Kota Bandung Oded M. Danial di salah satu area taman di kawasan Balai Kota Bandung. Oded melakukannya bersama sejumlah pihak setelah upacara peringatan Hari Bela Negara.

Drumpori sebanyak 5 ribu unit itu berasal dari beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), unsur pendidikan, hingga kader Bela Negara di lingkungan Kota Bandung.

“Hari ini peringatan Bela Negara yang digagas oleh Kesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) sebanyak 5.000 drumpori (dibuat). Saya harap ini terus dilakukan dan semua komponen memiliki ini, utamanya di kawasan tengah ke atas (Kota Bandung) agar bisa menahan laju air ke hilir sehingga tidak banjir,” kata Oded.

Drumpori sendiri akan disebar titik pembuatannya di berbagai daerah di Kota Bandung. Harapan besarnya, banjir diharapkan tak lagi terjadi. Air tanah pun diharapkan kembali terisi melalui media drumpori.

Sementara terkait Bela Negara, ia menegaskan itu bukan hanya urusan TNI saja. Semua elemen di masyarakat harus melakukan bela negara dengan cara masing-masing, bahkan kekinian.

“Contohnya, kalau ASN jadilah ASN yang unggul pelayanan dan birokratnya. Selain itu, bagi pelajar harus lebih baik, untuk pedagang usaha harus yang unggul. Semua komponen masyarakat dengan baik dan benar,” ucapnya.

Bukan Sekadar Pencegah Banjir
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan drumpori memang bertujuan untuk menjadi resapan air. Sehingga, ketika hujan terjadi, air akan diserap ke dalam tanah.

Kapasitas drumpori sendiri jauh lebih besar jika dibandingkan biopori. Itu karena drumpori berukuran lebih besar dibanding biopori. Drumpori juga jadi sarana agar air tanah kembali terisi.

“Justru ini lebih sustainable (berkelanjutan) dibanding biopori. Karena disamping mereduksi banjir, itu juga untuk menabung air. Jadi, ini konservasi air sekaligus untuk mereduksi banjir,” jelas Didi.

Drumpori sendiri tak berbeda jauh dengan biopori. Pembuatannya adalah dengan membuat lubang di tanah. Hanya saja ukurannya disesuaikan agar drum bisa ditanam di dalamnya.

Sebelum ditanam, drum harus dilubangi bagian sampingnya, bagian atasnya juga dibuka. Untuk menutupnya, digunakan penutup dar beton yang sudah dilubangi untuk sarana air agar masuk ke dalamnya

Selain itu, celah di antara drum dan tanah diisi dengan batu-batu kecil. Tujuannya agar air juga bisa meresap ke dalam tanah melalui celah tersebut.

Drumpori sendiri tidak membutuhkan lahan luas. Tapi, keberadaannya tidak mengganggu karena posisinya diusahakan sejajar dengan tanah sekitar. (bud)

Budiana

Recent Posts

Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…

2 tahun ago

Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…

2 tahun ago

Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…

2 tahun ago

Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…

2 tahun ago

Anies Minta Rakyat Riang Gembira di Pemilu 2024

BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…

2 tahun ago

Golkar Rapat Konsolidasi di Bandung Dihadiri 3 Ribu Saksi TPS

BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…

2 tahun ago