Bandung – Pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona di Kota Bandung kembali berkurang. Saat ini hanya ada enam orang yang berstatus PDP.
Meski begitu, Kadinkes Kota Bandung Rita verita memastikan Kota Bandung terus meningkatkan kewaspadaannya tetap terhadap virus corona.
Salah satunya, Dinkes meminta 10 rumah sakit di Kota Bandung menyiapkan ruang isolasi. Rumah sakit tersebut yakni RSUD Ujungberung, RSKIA Kopo, RS Salamun, RS Sartika Asih, RS Borromeus, RS Advent, RS Santosa, RS Pindad, RS Al-Islam, dan RS Immanuel.
Hal ini untuk mengantisipasi apabila dua rumah sakit rujukan, yakni RS Hasan Sadikin dan RS Rotinsulu penuh. Sehingga, pasien akan tetap bisa terlayani.
?Kami harus menopang beban RSHS dan Rotinsulu. Kemarin kami adakan pertemuan dengan 10 rumah sakit di Kota Bandung. Nanti kalau RSHS dan Rotinsulu penuh, ini harus siap,? bebernya di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (19/3/2020).
Persiapan pun sudah dilakukan. Salah satunya memberikan pelatihan khusus terkait penanganan pasien virus corona.
“Kami langsung melakukan pelatihan kepada petugas laboratorium, perawatnya, lalu dokter spesialis penyakit dalamnya dilatih dengan tenaga dari RSHS,” jelasnya.
Rita mengatakan, itu dilakukan sebagai langkah antisipasi. Sekalipun kini petugas medis di Kota Bandung tengah berupaya keras menekan penyebaran virus.
?Sebetulnya semua rumah sakit sudah ada ruang isolasinya. Cuma khusus untuk ini harus sesuai dengan standar yang berlaku. Temen-temen di rumah sakit menyatakan siap untuk menyiapkan ruang isolasi,? ujarnya.
PDP Berkurang
Rita mengungkapkan, seorang yang masuk daftar PDP kini sudah sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit. Selain satu PDP yang berhasil sembuh, Rita juga menyatakan, satu pasien positif COVID-19, kesehatannya terus berangsur membaik.
?Data terbaru pukul 12.00 WIB, PDP pulang satu. Jadi dari tujuh orang kini tinggal enam orang. Kalau ODP ada 44 orang, lalu positif masih orang dan kondisinya bagus dan baik. Kondisinya sehat seperti biasa, tapi masih dirawat karena masih dalam pemeriksaan,? ucap Rita.
Di luar itu, Rita kembali mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh kabar yang masih meragukan kebenarannya. Masyarakat lebih baik menunggu informasi valid dari pemerintah.
?Masyarakat kalau mau informasi lebih jelas bisa ke 112,? jelas Rita yang kini juga menjadi juru bicara terkair virus corona di Kota Bandung. (bud)