Ilustrasi (Pexels)
Bandung – Rumah Sakit AMC Bandung terpaksa menutup layanan rawat jalannya. Hal ini berlaku sejak 28 Maret 2020.
Melalui akun Instagramnya, pihak RS AMC mengumumkan bahwa instalasi rawat jalan alias poliklinik ditutup sementara hingga batas waktu yang tak ditentukan. Itu karena adanya keterbatasan alat pelindung diri (APD) di tengah pandemi virus corona.
Pihak RS AMC pun menyarankan agar pasien rawat jalan yang membutuhkan obat kronis untuk berkonsultasi dengan pihak rumah sakit. Pelayanan untuk pengambilan obat sendiri sudah kembali berjalan sejak Selasa (31/3/2020).
Syaratnya, pasien harus membawa kartu hijau atau kartu pengambilan obat kronis berupa kartu asli dan fotokopi. Selain itu, diwajibkan membawa surat kontrol yang masih berlaku, kartu asli dan fotokopi BPJS.
Untuk pelayanan obat kronis ini dibuka pukul 08.00-15.00 WIB dengan batasan satu jam kuota 25 pasien. Selain itu, pasien atau keluarga yang datang untuk mengambil obat diwajibkan menggunakan masker.
RS AMC sendiri saat ini kekurangan APD. Harapannya, dalam waktu dekat ada bantuan APD dari manapun agar pelayanan rumah sakit bisa kembali berjalan normal.
Komisaris Utama RS AMC Dine Mutiara mengatakan, penutupan layanan rawat jalan akan berlaku APD kembali tersedia. Saat ini, memang diakuinya ada APD sumbangan dari masyarakat. Tapi, jumlah itu diperkirakan hanya akan cukup untuk pemakaian dua minggu.
?Bantuan-bantuan dari masyarakat itu untuk memperpanjang hidup. Kebutuhan APD itu kan kontinyu,? kata Dine, Kamis (2/4/2020).
RS AMC sendiri memang secara terbuka mengumumkan kepada publik sedang membutuhkan APD. Beberapa bantuan pun berdatangan sejak pengumuman dilakukan. Tapi, kebutuhan masker untuk saat ini sangat mendesak karena stoknya terus menipis.
?Menang ada beberapa bantuan, tapi kebanyakan gak sesuai spek medis. Mungkin karena banyak yang bikin masker dadakan. Perhitungan kami, persediaan yang ada sekarang hanya cukup untuk 10 hari kerja,? jelas Ketua Komite Pencegahan Penyakit Infeksi (PPI) RS AMC Irma Frimayanti Yuniar.
Jika kebutuhan masker itu tidak terpenuhi, pihaknya kemungkinan juga akan menutup layanan rawat inap jika masker sudah habis. Jika begitu, RS AMC hanya akan mengoperasionalkan IGD dan hemodialisa (HD) saja.
?APD lain seperti hazmat, boot, dan yang lainnya, kita siap. Tapi, kalau masker enggak ada, kita enggak bisa bekerja. Kalau ada satu suspect pasien, perlu dirawat 14 hari. Kemudian yang jaga itu minimal dua perawat dikali tiga shif, lalu dokter visit pagi dan sore. Total ada 8 orang kali 14 hari,” jelas Irma.
“Itu kebutuhan minimal. Belum unit gizi yang nganterin makanan, unit pembersih, sehingga pasti lebih dari segitu kebutuhannya. Rawat inap pun ada pasien lain. Namun karena kondisi begini menjadi kena imbasnya,? ucapnya.
RS AMC sendiri membutuhkan masker bedah dan masker N95. Sebab, memang masker itu yang direkomendasikan untuk dipakai tim medis di rumah sakit.
Upaya meminta bantuan pun sudah dilakukan ke dinas terkait. Tapi, saat ini bantuan masker belum kunjung datang. Ia pun berharap ada bantuan dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan APD. Tapi, ia menyarankan agar bantuan lebih difokuskan untuk masker.
?Harapannya, bantuan fokus ke masker karena kebutuhannya mendesak,? pungkas Irma. (bud)
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…