Bandung – Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) Enggartiaso Lukita mendesak Mendikbud Nadiem Makarim.
Ia meminta Nadiem menempatkan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebagai kawah candradimuka pendidikan guru di Indonesia. IKA UPI juga mendesak agar LPTK dijadikan bagian strategis dalam peta jalan pendidikan Indonesia yang saat ini tengah digodok pemerintah bersama DPR.
“Saya menitipkan betul kepada Ketua Komisi X agar dalma RUU Sisdiknas, yang saya kalau tidak salah masuk dalam Prolegnas, agar LPTK ditempatkan sesuai khittah-nya,”kata Enggar, sapaan akrabnya.
Menurutnya, IKA UPI sebagai bagian dari keluarga besar LPTK merasa tersinggung ketika menerima kenyataan LPTK tidak masuk dalam narasi peta jalan pendidikan dan RUU Sisdiknas.
“Kami tersinggung karena LPTK tidak disinggung dalam RUU,” ungkap Enggar.
Kekecewan juga diutarakan Ketua Komisi X DPRRI Syaiful Huda. Hal itu karena LPTK tidak dijadikan sebagai bagian dari upaya transformasi pendidikan guru. Porsi LPTK hanya secuil di bagian akhir dalam rangkaianpendidikan profesi guru (PPG) prajabatan.
Sementara menurut Ketua Lembaga Kajian Kebijakan Pendidikan PB Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ace Suryadi, LPTK harus tetap menjadi pre-service training (konsep simultan) dan perguruan tinggi umum (consecutive) untuk melahirkan guru kredensial.
Sedangkan PPG dirancang dan dilaksanakan secara terus-menerus oleh sekolah di bawah lembaga pelatihan yang profesional dan inovatif, berbasis aplikasi pekerjaan, dan dilakukan melalui suatu jaringan guru secara nasional.
Beragam poin penting dan sorotan itu muncul saat Enggar, Syaiful, dan Ace jadi narasumber dalam webinar seri ketiga IKA UPI bertajuk ‘Guru Digital versus Pandemi: Menyoal Kompetensi Guru Era Digital’.
Kekecewaan Enggar sendiri cukup besar. Ia bahkan mempertanyakan apakah lembaga pendidikan guru tak lagi diperlukan oleh pemerintah.
“Apakah tidak diperlukan lagi lembaga yang secara khusus mempersiapkan, mendidik, memproduksi guru? Apakahitu keputusan politik yang akan diambil pemerintah dan dewan yang terhormat? Kami kecewa jika betul hal itu menjadi keputusan politik bersama antara pemerintah,” sesal Engar.
Di saat yang sama, Syaiful menegaskan Komisi X sudah meminta Menteri Nadiem menempatkan LPTK sebagai hulu dari upaya transformasi guru di Indonesia. Permintaan itu sudah disampaikan dalam berbagai kesempatan, baik formal maupun nonformal.
“Peta jalan yang sudah dibikin itu bikin saya kecewa, sama sekali tidak mencantumkan terkait dengan revitalisasi LPTK. Tidak ada sama sekali,” tegas Syaiful.
“Sejak disampaikan Mas Nadiempertama kali, LPTK belum secara eksplisit menjadi bagian dari peta jalan pendidikan Indonesia. Karena itu, saya terus mendorong supaya LPTK termaktub secarajelas dan menjadi bagian dari peta jalan pendidikan Indonesia,” sambungnya.
Menurut Syaiful, dalam draft peta jalan pendidikan yang disusun Menteri Nadiem, hanya ada satu item kecil terkait peran LPTK. Poin itu menyangkut transformasi PG prajabatan.
Padahal, itu adalah ujungnya. Sedangkan hulunya adalah LPTK. Jawaban Nadiem pun dinilai belum bisa meng-cover isu guru secara keseluruhan.
“Di sini saya debat agak serius. Ini kan di ujung. Padahal seperti menjadi pengantar dari Bang Engar, LPTK adalah awal. Ini yang harus direvitalisasi untuk memperbaiki pendidikan guru kita, mempersiapkan guru-guru terbaik kita,” jelas Syaiful.
Sedangkan Ace secara khusus meminta agar pengembangan profesi guru dan pendidikan profesi guru dirancang sebagai continuing professional development (CPD). Artinya, LPTK tetap menjadi pre-service training untuk melahirkan guru kredensial.
Sebab, jabatan profesi guru bukan konsep ‘binary’ atau tidak bersertifikat vs bersertifikat. Jabatan guru justru dirancang dalam empat tingkatan jabatan profesional, yaitu guru kredensial, guru profesional junior, guru profesional senior, dan guru pemimpin.
“Assesmen guru mengukur status kompetensi dan kinerja guru untuk menetapkan status jabatan dan remunerasi guru. Assesment dilakukan untuk rekrutmen guru kredensial dan promosi guru ke jabatan profesi yang lebih tinggi,” tandas Ace. (bud)
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…