Bandung – Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) menggelar menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di Hotel Grand Preanger, Kota Bandung, Rabu (28/10/2020).
Ini merupakan Munas pertama KITA setelah dideklarasikan pada 19 Agustus 2020. Munas ini bertujuan menyamakan persepsi di antara para pengurus dan anggota KITA.
KITA sendiri menegaskan dirinya sebagai koalisi independen yang di dalamnya terdiri dari orang dengan berbagai latar belakang. KITA juga menegaskan mendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin. Meski begitu, kritik tak akan segan dialamatkan kepada pemerintah.
“Yang ada di KITA adalah orang-orang yang mendukung Pak Jokowi dan Ma’ruf Amin. Tapi kita juga akan mengkritisi pemerintah, tapi kritik kita lebih kepadaa hal yang bersifat konstruktif, argumentatif, berdasarkan data dan fakta,” kata Ketua Umum KITA Maman Immanulhaq.
Ia pun mencontohkan pengesahan Omnobus Law UU Cipta Kerja. Pengesahan UU ini menuai banyak kritik dan reaksi dari publik. Sehingga, unjuk rasa pun terjadi di mana-mana dan sebagian di antaranya diwarnai kericuhan.
“Kita mengapresiasi produk apapun yang akan membuat kita melaju ke depan. Kalau UU Cipta Kerja arahnya ke masa depan, memangkas birokrasi, mempermudah investasi, kita akan selalu mendukung. Tapi, kita berharap masukan dari masyarakat dan berbagai kelompok agar diapresiasi oleh pemerintah dan DPR,” tutur Maman.
Soal kegaduhan yang terjadi, ia menyebut hal itu akibat kurang baiknya komunikasi antara pemerintah dengan berbagai pihak terkait. Sehingga, tujuan besar yang diharapkan dari UU tersebut justru tidak sampai ke publik secara utuh dan justru menimbulkan polemik.
Namun, ia memandang pemerintah dan DPR saat ini sudah membuka diri terhadap berbagai kritik pedas dan menyikapi unjuk rasa yang terjadi. “Sekarang pemerintah dan DPR sudah mulai mengapresiasi, termasuk menunggu juga UU ini agar masuk melalui judicial review di MK,” ucap Maman.
Sementara dalam Munas tersebut, selain memantapkan sikap dan gerakan, KITA juga merumuskan berbagai program kerja. Intinya, KITA akan berdiri untuk mendukung sekaligus mengkritisi pemerintah.
Sehingga, kehadiran KITA bukan hanya sekadar menjadi penyokong pemerintah. Di saat yang sama, KITA akan menjadi kontrol dari apa yang dilakukan pemerintah.
“Normalitas baru membuhkan moralitas baru untuk menuju Indonesia maju,” tegas Maman. (bud)
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…