Serabi bayar seikhlasnya. (Budiana/Kabarbandung.id)
Bandung – Yani Aswin (61) punya cara sendiri berbagi kebaikan. Ia beraksi melalui serabi atau orang Sunda kerap menyebutnya surabi.
Setiap hari, kecuali senin dan kamis, ia menjual serabi dari pukul 07.00-09.00 WIB. Bersama pegawainya, ia membuat serabi di depan gerbang rumahnya.
Serabi yang dijual tidak dipatok harga. Ia mempersilakan konsumen membayar seikhlasnya. Berapapun uang dari konsumen, ia akan menerimanya.
Kadang, ada konsumen bingung dan bertanya kenapa serabi itu dijual ‘tanpa harga’. Yani atau pegawainya dengan senang hati menjawabnya. Mereka akan menjelaskan jika uang hasil penjualan serabi digunakan untuk subsidi silang.
Selain menjual dengan harga seikhlasnya, Yani dan pegawainya kerap memanggil orang yang melintas di depan mereka, mulai dari pengendara ojek online (ojol), pemulung, dan warga dari kalangan mengenah bawah. Mereka akan diberikan serabi gratis.
Ia menerapkan konsep subsidi silang. Sebab, mereka yang mampu dipersilakan membayar seikhlasnya dan warga kurang mampu diberi gratis.
Dengan cara itu, Yani memutar uang hasil penjualan. Setelah dipotong membayar pegawai, hasil penjualan bakal dipakai untuk belanja bahan-bahan pembuatan serabi di hari berikutnya.
Dalam sehari, ada sekitar 60-100 serabi yang dibuat. Serabi yang dibuat akan dipastikan habis. Sebab, ketika masih tersisa, serabi pasti dibagikan kepada warga sekitar atau orang yang melintas di lokasi.
Hasil penjualan pun tak bisa diprediksi. Sebab, ada kalanya bisa menghasilkan ratusan ribu, ada kalanya jauh dari itu. Bahkan, Yani mengaku pernah dalam sehari hanya menerima uang Rp5 ribu dari hasil berjualan.
Misi hingga Resep
Yani mengaku hanya ingin mencari kebahagiaan dengan cara sederhana yang bisa dilakukannya. Serabi pun jadi jalan untuk mewujudkan hal itu.
Lewat serabi, ia melakukan ‘serangan’ terhadap perut orang yang membutuhkan sarapan. Serabi pun bisa jadi sarana mengajak orang lain beramal dengan konsep bayar seikhlasnya. Sebab, konsumen tahu berapapun nominal yang diberikan akan bermanfaat untuk orang lain.
“Saya punya konsep jualan ini adalah berdagang sambil beramal. Saya jualan surabi kepada mereka yang berkemampuan, tapi surabi saya berikan cuma-cuma kepada yang lain (yang kurang mampu),” ujar Yani.
Ada rasa bahagia yang dirasakan Yani melalui usaha serabinya. Meski terkesan sederhana, kebahagiaan yang dirasa menurutnya sangat besar dan sulit dijelaskan dengan kata-kata. Apalagi ketika yang diberikan serabi memperlihatkan raut wajah gembira, hal seperti itu tak pernah bisa dibandingkan dengan nominal berapapun.
“Saya ingin di sisa usia saya bisa bermanfaat untuk orang lain,” ungkap Yani.
Sejak Oktober 2020 ia menjalankan usaha tersebut. Ia merasa membuat serabi jadi hal realistis yang bisa dilakukannya. Sebab, ia merasa punya kemampuan di situ dibanding makanan atau masakan lainnya.
Serabi yang dibuat pun tak asal-asalan. Ia melakukan riset lebih dulu. Sebelum dijual seperti sekarang, ia membagikannya kepada orang-orang dekatnya dan meminta saran mereka. Hasilnya, ia bisa membuat resep final untuk serabinya berdasarkan masukan orang-orang yang dikenalnya.
Hasilnya, perpaduan kenyal dan empuk serabi menjadi satu. Apalagi ketika dimakan dalam keadaan hangat, serabi ini akan jauh lebih nikmat. Serabinya sendiri tergolong tradisional karena taburan di atasnya adalah oncom, cokelat, dan polos.
Yang menarik, meski dimasak dengan kayu bakar, serabi Yani tak berbau asap menyengat. Ini berbeda dengan serabi di tempat lain yang terkadang bau asapnya cukup menyengat.
“Dari sekian banyak resep, resep ini yang paling enak,” ucapnya.?(bud)
#jne #jne30tahun #connectinghappiness #30tahunbahagiabersama
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…