Categories: HEADLINEKABAR JABAR

Stok Menipis, Kadin Jabar Desak Pemerintah Buka Keran Impor Gula Rafinasi

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar mendesak pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan untuk secepatnya membuka keran impor untuk gula rafinasi. Kebijakan tersebut harus secepatnya direalisasikan karena persediaan gula di lapangan semakin menipis, hanya kuat sampai pertengahan Januari 2021.

Ketua Kadin Jabar Tubagus Raditya mengatakan, pemerintah tidak boleh menunda kebijakan impor gula rafinasi. Apalagi persediaan gula ini sangat dibutuhkan oleh pabrik-pabrik industri makanan minuman.

?Diharapkan pabrik-pabrik mamin ini dapat mempertahankan stok mereka sampai untuk tahun sekarang. Kadin Jabar mendapat masukan dari Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) bahwa stok gula mereka menipis hanya kuat sampai pertengahan Januari 2021,? ungkap Raditya saat ditemui di Graha Kadin Jabar Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Jumat (8/1/2/21).

Raditya mengatakan, sampai saat ini izin impor belum keluar dari Kementerian Perdagangan. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan, khususnya bagi ekonomi Jabar, karena dalam catatan GAPMMI menyebutkan bahwa hampir 60 persen produksi nasional berada di Jabar.

?Ini takutnya mengganggu terhadap perekonomian di Jabar,? ujarnya.

Ilustrasi (foto: net)

Raditya menuturkan, industri makanan minuman berkontribusi hingga 21,38 persen dari total nilai ekspor nasional pada Januari sampai September 2020. Selain itu, sekktor ini pula menopang sekitar 39,51 persen dari kinerja manufaktur nasional per kuartal 3 tahun 2020.

?Dari data tersebut, 60 persennya berada di Jabar. sehingga Kadin Jabar mencoba untuk menyuarakan suara pengusaha di industri mamin agar pemerintah pusat merealisasikan izin impor untuk gula rafinasi tersebut,? katanya.

Bila izin impor gula rafinasi tidak dilakukan, lanjut Raditya, pabrik pengolahan makanan minuman di Jabar yang membutuhkan gula rafinasi, kemungkinan akan sangat kesulitan untuk melangsungkan produksinya.

?Ini akan berimbas kepada hal lainnya, ada multiplier effect, sehingga berakibat signifikan pada pelaku usaha lainnya,? pungkasnya.

Dery F.G

Recent Posts

Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…

2 tahun ago

Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…

2 tahun ago

Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…

2 tahun ago

Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…

2 tahun ago

Anies Minta Rakyat Riang Gembira di Pemilu 2024

BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…

2 tahun ago

Golkar Rapat Konsolidasi di Bandung Dihadiri 3 Ribu Saksi TPS

BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…

2 tahun ago