(foto: net)
Sejak pertengahan Desember tahun lalu, sejumlah warga di kaki Gunung Beser, Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, meninggalkan rumah.
Sudah 19 rumah yang terdiri dari 21 kepala keluarga dikosongkan. Mereka mengungsi karena khawatir oleh adanya pergerakan tanah di kampung mereka sejak, bahkan terus meluas. Pergerakan tanah khususnya terjadi di RT 01 dan 02 di RW 02 Kampung Ciherang.
P2BK Kecamatan Nyalindung, Ahmad menjelaskan, bencana ini mulai terjadi pada 13 Desember 2020 lalu dan hingga sekarang masih terus berlangsung. Pergerakan tanah telah menyebabkan tanah retak dengan kedalaman bervariatif 1 hingga 3 meter. Bahkan dinding dan lantai rumah warga pun ada yang terbelah.
?Ada satu unit rumah warga rusak berat, satu rusak sedang, dan 10 rumah terancam,? kata Ahmad kepada wartawan, Jumat (8/1/2021).
Ahmad menyatakan, warga umumnya pergi mengungsi ketika malam tiba. Tetapi Kembali lagi saat siang. Sebagian besar barang-barang di rumah sudah dibawa pemilik.
“Warga takut terjadi pergerakan tanah susulan. Hingga kini pergerakan tanah terus terjadi membuat retakan semakin memanjang,? jelasnya.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…