Banjir di Kabupaten Banjar. (dok. BNPB)
Banjar – Intensitas hujan tinggi mengakibatkan banjir puluhan desa di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Selasa (12/1/2021) pukul 16.00 WITA.
Menurut Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, sebanyak 25 desa yang tersebar di tujuh kecamatan terendam banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 20 hingga 100 cm. Tercatat 8.696 KK terdampak banjir ini dan sedikitnya 29 KK mengungsi. Sementara diperkirakan 1.288 rumah terendam dan masih terus dalam pendataan.
Tujuh Kecamatan terdapak banjir yakni Kecamatan Karang Intan tepatnya Desa Sungai Arfat, Ingah Habang, Sungai Alang, Sungai Asam, Karang Intan, Mali Mali, Penyambaran, Mandikapau, dan Pasar Lama). Kemudian satu Desa di Kecamatan Martapura Timur yakni Desa Dalam Pagar. Kecamatan Martapura tepatnya di Desa Tanjung Rema, Bincau Muara, Bincau, Tambak Baru, dan Murung Kenanga.
Selanjutnya Kecamatan Astambul tepatnya Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Sungai Pinang yakni Desa Belimbing Lama, Belimbing Baru, Rantau Bakula, Rantau Nangka, dan Sungai Pinang. Kecamatan Pengaron yakni Desa Lobang Baru, Benteng, dan Lok Tunggul serta Kecamatan Sungai Tabuk tepatnya di Desa Lok Buntar.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banjar bersama tim gabungan masih melakukan evakuasi korban menuju lokasi pengungsian. Selain itu tim gabungan yang berada di lokasi masih melakukan kaji cepat dengan berkoordinasi dengan instansi terkait guna penanganan lebih lanjut.
“Banjir masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kabupaten Banjar mengingat musim hujan masih panjang. Menurut prakiraan cuaca tiga harian oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Banjar termasuk dalam wilayah dengan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang hingga Kamis (14/1/2021) mendatang,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati.
Selain Kabupaten Banjar, peringatan dini potensi banjir juga dikeluarkan oleh BMKG untuk wilayah Banjarbaru, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Tapin, Barito Kuala dan sekitarnya.
Dilihat dari InaRISK, wilayah Kabupaten Banjar merupakan salah satu kawasan yang memiliki resiko banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 18 Kecamatan dengan potensi bahaya tersebut, di antaranya tujuh kecamatan yang mengalami banjir.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga, khususnya di tengah puncak musim hujan yang masih akan terjadi hingga Februari 2021. Kesiapsiagaan dapat dimulai oleh diri sendiri, seperti mempersiapkan dokumen penting, obat-obatan, barang pribadi serta mengetahui pentingnya jalur evakuasi apabila sewaktu-waktu terjadi bencana. (bud)
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…