Bandung – Pakar hidrologi Universitas Padjadjaran Prof. Chay Asdak mengatakan banjir yang kerap terjadi di kawasan Rancaekek dan sekitarnya lantaran adanya alih fungsi lahan secara masif di kawasan Gunung Geulis.
Selain daerah tanaman menyerupai hutan yang berubah jadi pemukiman terdapat pengerukan pasir sehingga hal ini meningkatkan run off aliran air ke permukaan yang lebih rendah. Praktis, kawasan Jatinangor dan Rancaekek yang notabene berada di bawah menjadi korban gelontoran air dari gunung-gunung yang sudah rusak tersebut.
Tergerusnya area persawahan menjadi permukiman turut menjadi masalah. Padahal persawahan setidaknya menjadi area parkir air saat hujan turun, sehingga air tidak akan meluber hebat ke wilayah di bawahnya.
“Sayangnya, jumlah area pesawahan di wilayah ini terus menyusut oleh permukiman dan industri,” kata dia.
Persoalan kedua menurut Guru Besar bidang ilmu pengelolaan daerah aliran sungai Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad tersebut, banjir di Jatinangor dan Rancaekek diakibatkan sarana drainase yang tidak memadai. Seluruh jalan di kawasan tersebut banyak yang tidak disertai dengan sarana drainase di bahu jalan.
Persoalan ketiga adalah pendangkalan dan penyempitan sungai di kawasan tersebut. Prof. Chay menuturkan, sungai di Jatinangor dan Rancaekek mengalami pendangkalan akibat sedimentasi erosi, lumpur, dan sampah.
?Jangankan di Jatinangor, Kota Bandung saja yang infrastruktur dan monitoring sampahnya lebih baik, tetap masih jadi persoalan saat hujan,? ujarnya.
Prof. Chay menilai, mengatasi persoalan tersebut butuh kesadaran berbagai pihak. Tidak hanya menjadi tugas pemerintah, masyarakat pun diminta lebih sadar untuk tidak membuang sungai ke wilayah sungai.
Dari sisi birokrasi, masalah banjir di Jatinangor dan Rancaekek menjadi tanggung jawab dari berbagai wilayah administrasi. Karena itu, Prof. Chay meminta tiga wilayah administrasi, yaitu Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung dapat bekerja sama menangani permasalahan banjir ini.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…