Categories: KABAR KOTA

PMI Kota Bandung Kebanjiran Permintaan Plasma

BANDUNG – Tingginya kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya Jawa Barat, menjadikan terapi plasma convalescent atau plasma konvalesen sebagai metode terapi alternatif bagi pasien Covid yang sedang dirawat di rumah sakit.

Plasma konvalesen tersebut didapat dari pendonor positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh atau donor penyintas.

Namun pendonor harus memenuhi syarat dan protokol yang telah ditetapkan.

Selain itu, tidak semua PMI dapat menjadi tempat untuk donor plasma konvalesen tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Bandung Uke Muktimanah.

Menurutnya, PMI Kota Bandung menjadi salah satu PMI yang telah memenuhi sertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari BPOM. Itu sebagai salah satu syarat untuk memproduksi Plasma konvalesen.

Kini, UDD/ UTD PMI Kota Bandung juga mendapat permintaan dari daerah lain.

“Di Jawa Barat meningkat kasusnya baru sekarang ini, sehingga kekurangan untuk cari donornya (plasma konvalesen),” ujar Uke.

“Jadi (terapi plasma konvalesen) itu salah satu alternatif untuk pasien covid-19 yang (bergejala) sedang dan berat, dengan memberikan transfusi plasma konvalesen. Permintaanya cukup meningkat sekarang,” lanjutnya.

Menurut Uke, kebanyakan para pendonor plasma konvalesen juga sudah ada peruntukannya. Seperti didapat dari donor kepada keluarga penyintas tersebut.

“Hari ini saja sudah terseleksi ada 8 sampai 10 untuk donor plasma konvalesen, Kebanyakan sudah dibooking, jadi donor untuk keluarga,” katanya.

“Jadi dari pasien yang keluarganya terkena, donor dari penyintas ini sudah ada peruntukannya,” lanjutnya.

Karena hal tersebut, Uke berharap para penyintas covid-19 yang sudah sembuh bisa mendonorkan plasma konvalesen tersebut ke PMI untuk membantu pasien Covid-19.

“Tidak usah khawatir, atau takut, datanglah ke PMI untuk melakukan donor (plasma konvalesen). Itu bisa membantu bagi pasien yang membutuhkan dengan persyaratan membawa surat pengantar dari Rumah Sakit menyatakan sembuh atau PCRnya negatif. Pelaksanananya juga tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya

Kurniawan

Recent Posts

Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…

2 tahun ago

Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…

2 tahun ago

Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…

2 tahun ago

Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…

2 tahun ago

Anies Minta Rakyat Riang Gembira di Pemilu 2024

BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…

2 tahun ago

Golkar Rapat Konsolidasi di Bandung Dihadiri 3 Ribu Saksi TPS

BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…

2 tahun ago