Ilustrasi minuman bersoda. (Alexandr Podvalny/Pexels)
Para ibu hamil disarankan bijak dalam mengonsumsi makanan dan minuman. Sebab, ada risiko yang bisa dialami, baik oleh ibu hamil maupun janinnya.
Salah satu yang sebaiknya dipertimbangkan adalah tidak minum minuman bersoda berlebihan selama fase kehamilan. Apa saja dampak atau risikonya?
1. Meningkatkan risiko kenaikan berat badan berlebih
Soda termasuk ke dalam minuman manis yang mengandung gula dan kalori tinggi. Sehingga, konsumsi soda berlebihan dapat meyebabkan berat badan naik. Kenaikan berat badan berlebih saat hamil tidak bisa disepelekan karena dapat meningkatkan risiko ibu hamil mengalami diabetes gestasional.
Selain diabetes gestasional, kelebihan berat badan saat hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran, tekanan darah tinggi, persalinan prematur, serta kelebihan berat badan pada bayi.
2. Meningkatkan risiko bayi lahir cacat
Soda mengandung pemanis buatan. Salah satu pemanis buatan yang umum terkandung dalam minuman bersoda adalah aspartam. Penelitian menunjukkan konsumsi aspartam pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir cacat. Namun, hal ini masih perlu ditelaah lebih lanjut.
3. Meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat rendah
Salah satu alasan ibu hamil perlu membatasi minuman bersoda adalah kandungan kafein yang tinggi. Kafein tidak boleh dikonsumsi secara berlebih karena zat ini dapat menembus plasenta dan memengaruhi perkembangan janin. Asupan kafein berlebih selama kehamilan sering dikaitkan dengan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah dan lahir cacat.
4. Kekurangan asupan kalsium
Kandungan kafein yang tinggi pada minuman soda juga dapat menghambat penyerapan kalsium. Jika ini terjadi, Anda berisiko untuk menderita osteoporosis di kemudian hari.
Selain itu, kurangnya asupan kalsium selama kehamilan juga dapat meningkatkan kadar timbal dalam darah. Kadar timbal yang tinggi dalam darah ibu hamil dapat mengganggu perkembangan otak janin.
5. Memengaruhi perkembangan motorik anak
Konsumsi soda secara berlebih selama kehamilan bisa memengaruhi perkembangan motorik halus anak nantinya. Penelitian menunjukkan ibu hamil yang mengonsumsi banyak gula, terutama gula dari soda, cenderung melahirkan anak yang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang buruk dan ingatan yang lemah.
Ada beragam efek yang mungkin terjadi jika ibu hamil mengonsumsi minuman bersoda. Jika ibu hamil benar-benar ingin mengonsumsi minuman ini, konsumsilah dalam jumlah yang sangat terbatas.
Selain itu, ibu hamil juga bisa memilih minuman lain yang lebih aman, seperti jus buah segar, air kelapa, susu, dan smoothies. Namun, lebih baik konsultasi ke dokter kandungan terlebih dahulu untuk memastikannya. (alodokter.com)
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…