(foto: ist)
Implementasi teknologi informasi di Kabupaten Bandung merupakan salah satu program 100 hari kerja pemerintahan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan setelah dilantik menjadi Bupati/Wakil Bupati Bandung definitif.
Demikian dikatakan Bupati Bandung terpilih Dadang Supriatna dalam keterangan resminya, Minggu (7/2/2021).
Dadang akan mewujudkan Kabupaten Bandung sebagai smart city dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, pihaknya siap mendorong perusahaan start up di bidang IT (teknologi informasi) untuk mewujudkan smart city di Kabupaten Bandung.
Dadang mencontohkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sayati dengan PT Kataji yang menghadirkan Sayaginet. Hal itu dia temukan saat kunjungannya ke Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, beberapa waktu lalu.
“Saya apresiasi karya dari warga Desa Sayati ini. Dari program Sayaginet saat ini sudah bisa menghubungkan 300-an rumah warga dengan koneksi internet, darii target 3.000 rumah warga,” kata Dadang.
Menurut Dadang, Sayaginet merupakan suatu terobosan yang patut diapresiasi untuk ditularkan ke desa-desa yang lainnya. Terobosan seperti ini mampu menghasilkan pendapatan asli desa dan manfaat untuk masyarakat sekitar.
“Termasuk nanti kedepannya kita dorong untuk bisa dijadikan salah satu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung yang mudah-mudahan Pemkab Bandung nantinya bisa berkolaborasi dengan desa-desa seperti Desa Sayati ini,” ujarnya.
Dadang mempersilahkan jika ada warga Kabupaten Bandung yang punya inovasi lain untuk diusulkan sehingga menjadi program smart city.
“Nanti kita bekerjasama dengan perusahaan start up di bidang IT juga. Kalau perlu dibuatkan semacam Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan membentuk PT-nya, sehingga kita bisa bersama-sama menghadirkan smart city di Kabupaten Bandung,” katanya.
Di dalam program smart city tersebut, selain mendorong perusahaan start up, Dadang juga bertekad untuk mengatasi area blank spot di desa-desa yang belum terkoneksi dengan internet maupun sinyal ponsel.
“Kita tahu dalam pembelajaran daring (dalam jaringan) di masa pandemi ini masih banyak siswa yang di desanya tidak ada sinyal HP maupun koneksi internet. Nantinya kita berkolaborasi dengan provider, Kemenkominfo dan pihak swasta lainnya untuk mengatasi area blank spot di Kabupaten Bandung ini,” katanya.
Selain program smart city, Kang DS juga menyebut program inovasi lainnya berupa mesin pencetak e-KTP.
“Jadi, nanti bisa dihadirkan di desa-desa, semacam mesin anjungan tunai mandiri (ATM) untuk keperluan pembuatan atau pencetakan administrasi kependudukan seperti e-KTP atau pun kartu keluarga, sehingga warga tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke Soreang,” ujarnya.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…