(foto: ist)
Wali Kota Bogor Bima Arya menerima Penghargaan Anugerah Kebudayaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dalam puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2021 di Jakarta, Selasa (9/2/2021). Penyerahan penghargaan tersebut disaksikan Presiden Joko Widodo secara daring.
Bima menyampaikan, Anugrah Kebudayaan yang diberikan PWI Pusat menjadi penyemangat bagi seluruh insan di Kota Bogor untuk terus menjaga warisan budaya dan kebersamaan.
?Sahitya Raksa Baraya,” kata Bima Arya didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor Rahmat Hidayat, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor Atep Budiman, serta Kabag Prokompim Rudiyana.
Bima mengatakan, Sahitya Raksa Baraya diambil dari Bahasa Sansekerta dan Sunda. Sahitya mengandung makna solidaritas atau gotong royong, Raksa mengandung makna menjaga, melindungi, menyayangi, memelihara dan Baraya mengandung makna saudara atau kerabat atau sesama. Sehingga Sahitya Raksa Baraya dimaknai sebagai solidaritas untuk saling menjaga, memelihara, menyayangi, dan melindungi sesama warga.
Bima Arya juga mengucapkan, selamat Hari Pers Nasional. Pers merupakan pilar utama dalam pengawasan pembangunan pemerintahan.
“Selamat Hari Pers Nasional 2021 kepada seluruh rekan-rekan media, insan pers dan juga selamat hari jadi PWI ke-75. Insya Allah di era pandemi ini, kita semua bisa terus berkolaborasi dan bersinergi bersama-sama memberikan edukasi, motivasi dan energi agar tetap semangat menghadapi pandemi yang sangat tidak mudah ini. Dan bagi rekan-rekan media untuk terus berikan masukan dan kritik yang membangun kepada pemerintah untuk perbaikan semua,” ujarnya.
Ketua Umum PWI, Atal S Depari yang juga Penanggungjawab HPN 2021 mengatakan, penghargaan merupakan apresiasi insan pers terhadap para bupati/wali kota yang peduli kebudayaan dan literasi media yang dipilih oleh tim juri yang terdiri dari para wartawan senior, penulis, budayawan dan akademisi, serta pekerja seni-budaya.
“Tim juri terdiri dari DR. Nungki Kusumastuti (Dosen IKJ/pelaku seni), Prof. Ninok Leksono (Rektor UNM/Wartawan Senior), Agus Dermawan T (pengamat dan penulis seni-budaya), Atal S. Depari (Ketua Umum PWI Pusat) dan Yusuf Susilo Hartono (Wartawan senior kebudayaan/ Pelaksana AK-PWI),” tuturnya.
Bima Arya menjelaskan, ada 9 kepala daerah lainnya yang menerima penghargaan, diantaranya IB Rai Dharma Wijaya Mantra (Wali Kota Denpasar), Hendrar Prihadi (Wali Kota Semarang), Dedy Yon Supriyono (Bupati Tegal), Tjhai Chui Mie (Wali Kota Singkawang), Dony Ahmad Munir (Bupati Sumedang), Taufan Pawe (Bupati Parepare), Karna Sobahi (Bupati Majalengka), Herwin Yatim (Bupati Banggai) dan Ika Puspitasari (Wali Kota Mojokerto) .
Sementara itu, Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono menambahkan, ke-10 bupati/wali kota penerima anugerah ini memiliki strategi, kinerja, dan kekuatan masing-masing dalam pemajuan kebudayaan daerahnya, baik sebelum maupun pada saat pandemi.
“Pada umumnya, mereka merawat warisan masa lalu, kemudian merawat, memanfaatkan, mengembangkan dan melindunginya, dengan berbagai regulasi. Selain itu mengembangkan dengan ‘bungkus’ dan cara masa kini, termasuk di dalamnya menggunakan teknologi dan media sosial. Dengan demikian budaya lokal bisa menyumbangkan warna pada kebudayaan nasional, sekaligus global,” pungkasnya.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…