Pemerintah Kota Bogor mencatat angka penurunan kasus positif COVID-19 usai pemberlakuan sistem ganjil genap selama dua kali akhir pekan.
Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan kebijakan tersebut membuat turunnya jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Bogor dan berbanding lurus dengan angka penularan COVID-19.
“Dampaknya signifikan. Jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Bogor pada akhir pekan turun 21 persen. Arus lalu lintas pada akhir pekan di Kota Bogor juga landai, tidak ada kemacetan,” katanya.
Selain itu mobilitas wargapun ikut menurun terutama untuk menghabiskan waktu di tempat keramaian.
Kini pihaknya akan melakukan evaluasi sebelum memutuskan apakah akan kembali memperpanjang penerapan sistem ganjil genap.
“Saya melihat angkanya terus menurun dari pekan lalu. Kita masih mempelajarinya. Tetapi trennya sudah terlihat, ada indikasi kuat menurun,” katanya.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…