Kadisdik Jabar Dedi Supandi. (Budiana/Kabarbandung.id)
Dinas Pendidikan Jawa Barat bersurat ke Kemenkominfo untuk menutup tautan situs porno yang ada dalam mata pelajaran Sosiologi SMA.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi menuturkan, selain bersurat ke Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dinas Pendidikan Jawa Barat juga bersurat ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
“Kalau ke Kemendikbud, Kami minta agar Kementerian lebih selektif lagi dalam memeriksa buku-buku bahan ajar yang akan diterbitkan, jangan sampai kejadian ini berulang” katanya.
Menurut Dedi, sementara ini buku yang sudah beredar itu tidak digunakan oleh sekolah, menunggu kebijakan berikutnya.
“Kalau bukunya sementara tidak ditarik tetapi diamankan oleh sekolah dan tidak digunakan. Isi materinya kan tidak bermasalah, jadi itu tetap sebagai aset” tutur Dedi.
Sementara itu Sekjen Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Iwan Hermawan meminta agar para penulis buku, jika memberi tautan situs dalam materinya, sebaiknya merujuk pada situs resmi pemerintah.
“Kami mengimbau agar para penulis mengutip atau memberi tautan pada situs resmi pemerintah agar keamanannya terjamin” jelas Iwan.
Diberitakan sebelumnya, sebuah buku mata pelajaran Sosiologi dalam materinya menuliskan tautan sebuah situs, namun ketika dibuka ternyata situs itu berkonten porno.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…