Categories: KABAR KOTA

Kang Pisman Bakal Realisasikan Perpindahan TPA ke Legoknangka

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Dedy Dharmawan mengungkapkan, sudah ada beberapa kegiatan yang akan dijalankan untuk memasifkan gerakan Kang Pisman. Hal ini merupakan implementasi dari terbentuknya Satgas Kang Pisman.

Dedy mengatakan, gerakan Kang Pisman terbukti dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA. Jika gerakan ini lebih dimasifkan, ditargetkan pada 2023 pembuangan sampah ke TPA bisa sangat berkurang.

“Tergetnya 2023, itu karena kita pindah dari TPA Sarimukti ke Legoknangka. Maka ini harus sudah sangat bisa masif. Karena sudah terbukti dengan gerakan Kang Pisman secara praktek di lapangan. Di kewilayahan sudah ada contoh dan itu (Kang Pisman) bisa mengurangi sampah,” jelas Dedy saat ditemui usai rapat perdana Satgas Kang Pisman di Balai Kota Bandung, Rabu, 24 Februari 2021.

Salah satu kegiatan yang dijalankan oleh Satgas Kang Pisman adalah pelatihan ke berbagai wilayah tentang pengelolaan sampah. Pelatihan pertama dimulai pada 1 Maret 2021.

Dedy optimis target tersebut dapat tercapai. “Harus optimis target kita tercapai. Satgas sudah mulai jalan,” ujar Dedy.

Selaras dengan Dedy, Direktur Utama, PD Kebersihan Kota Bandung, Gun Gun Saptari mengatakan, gerakan Kang Pisan bisa tekan tonase sampah ke TPA.

Menurut Gun Gun, umumnya volume sampah setiap tahunnya mengalami kenaikan. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang terus meningkat.

“Jadi fitrahnya sampah naik terus sesuai dengan pertumbuhan penduduk. Setiap orang menghasilkan sampah 0,6 kg per hari, itu data dari hasil riset. Jadi semakin banyak penduduk semakin banyak sampah,” jelasnya.

Namun uniknya, setelah mucul Gerakan Kang Pisman, terjadi penurunan jumlah sampah yang dibuang ke TPA. Berdasarkan data, pada 2020 terjadi penurunan jumlah sampah yang dibuang ke TPA sebesar 0,45 persen.

“Pada 2019 saat Kang Pisman dijalankan, jumlah sampah tetap naik, tetapi persentase kenaikannya turun. Persentasenya turun dari 16,9 persen pada 2018 menjadi 3,96 persen saja. Bahkan 2020, mengalami penurunan jumlah sampah,” ujar Gun Gun.

Gun Gun mengatakan ini adalah titik terang bagi pemerintah untuk menanggulangi permasalahan sampah.

“Data ini menjadi angin segar. Artinya kita bisa lebih baik lagi dalam pengolahan sampah,” ucapnya.

Okan

Recent Posts

Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…

2 tahun ago

Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…

2 tahun ago

Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…

2 tahun ago

Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…

2 tahun ago

Anies Minta Rakyat Riang Gembira di Pemilu 2024

BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…

2 tahun ago

Golkar Rapat Konsolidasi di Bandung Dihadiri 3 Ribu Saksi TPS

BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…

2 tahun ago