Menjelang pelaksanaan vaksinasi tahap 2, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung telah menerima data dari Kementrian Kesehatan yang akan dilakukan vaksinasi sebanyak 130 ribu orang lebih.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr Rosye Arosdiani mengungkapkan, pada tahap 2 ini lansia menjadi prioritas utama yang akan menerima vaksin Covid-19.
Di samping lansia, vaksin tahap 2 juga akan diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) yang belum menerima vaksin pada tahap 1. Kemudian petugas pelayan publik seperti TNI/Polri, pedagang pasar, dan guru.
“Data yang baru kami terima yaitu kurang lebih 120 ribu lansia, 9 ribuan pelayan publik, dan 8 ribuan nakes belum,” tuturnya.
Terkait dengan masih banyaknya nakes yang belum di vaksin, Rosye mengungkapkan, hal itu karena ada beberapa aturan yang berubah. Salah satunya, terkait dengan kriteria yang boleh divaksinasi.
Seperti tensi yang dulu tidak boleh di atas 140, namun saat ini boleh di bawah 180. Kemudian penyintas Covid-19 saat ini sudah diperbolehkan, dan batas usia yang dulu maksimal 59 tahun.
“Ada 8 ribuan nakes yang belum. Itu karena ada perkembangan yang terus berubah seiring dengan penelitian yang dilakukan,” terangnya.
Menurutnya, data tersebut masih sementara. Sebab yang membuka pendaftaran dan melakukan pendataan sepenuhnya dari Kementrian Kesehatan. Sehingga Dinkes hanya menerima dan tidak bisa menentukan orang yang menjadi prioritas.
“Vaksinasi ditargetkan sampai Juni pekan kedua. Sehingga semuanya bertahap dan sesuai penentuan prioritas yang ditentukan oleh pusat,” terangnya.
Pada vaksinasi tahap 2, Dinkes Kota Bandung berusaha segera melaksanakannya. Namun saat ini, pihaknya baru saja menerima data.
Saat ini pihaknya masih memilah untuk kemudian di distribusikan kepada fasilitas kesehatan yang telah dipilih untuk melaksanakan vaksinasi.
“Kita sekarang sedang memilah kemudian akan mendistribusikannya kepada faskes yang sudah kita pilih. Kemudian menghubungi yang akan divaksinasi,” bebernya.
Di Kota Bandung, menurut Rosye, tidak semua faskes melaksanakan vaksinasi tahap 2. Hanya faskes yang dipilih berdasarkan kriteria saja yang bisa melaksanakan.
“Karena lansia butuh perhatian khusus sehingga tidak seluruh Rumah Sakit. Ada Rumah Sakit Khusus Ibu Anak (RSKIA), Rumah Sakit Umum, dan sekitar 30 Puskesmas,” tuturnya.
“Kita sedang bersiap, mudah-mudahan besok sudah ada faskes yang datanya sudah klop dan siap dan kita sesegara mungkin melakukan vaksinasi,” tuturnya.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…