Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menginginkan dan mendorong generasi muda, khususnya para wirausaha pemula agar menjadi agen perubahan di tengah pandemi COVID-19.
Berdasarkan data dari Sensus Penduduk tahun 2020, sebanyak 53 persen atau sekitar 90 juta penduduk Indonesia didominasi oleh generasi muda, yang terdiri dari kaum milenial dan generasi Z sehingga Sandiaga menilai generasi muda sangat potensial untuk dapat berkontribusi memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
?Sudah 1,5 juta orang yang kehilangan mata pencaharian akibat pandemi COVID-19. Saya pun pernah mengalami PHK akibat krisis tahun 1997. Jadi, saya sangat memahami bagaimana kehilangan pekerjaan, bagaimana krisis moneter itu memaksa saya untuk survive. Untuk itu, sebagai generasi muda, harus mampu melahirkan peluang di masa sulit. Karena, di tangan-tangan generasi muda yang selama ini disebut kaum rebahan, kita ubah menjadi agen perubahan, pendobrak, dan kaum inovator,? katanya.
Perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia tidak terlepas dari peran generasi muda dengan segudang kreativitas yang mereka miliki. Generasi muda adalah sumber daya produktif. Melalui ide kreatifnya, generasi muda dapat membuka usaha yang juga membantu pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran di angkatan kerja produktif, dengan menciptakan lapangan pekerjaan.
Menparekraf juga menjelaskan ada tiga kunci atau aspek utama, agar generasi muda mampu bertahan dalam mengembangkan usahanya, yaitu inovasi, proaktif, dan take a risk.
?Pertama, setiap wirausaha harus memiliki aspek inovasi, berbuat sesuatu yang bisa menambah nilai. Ada yang kita sebut amati, tiru, dan modifikasi. Itu adalah bagian dari inovasi. Kedua proaktif, bergerak, bergerak, dan bergerak jangan mager, alias malas gerak, jangan pewe alias posisi wuenak. Kita harus bergerak, karena keberuntungan akan menghampiri orang-orang yang bergerak. Ketiga, take a risk, berani ambil risiko. Kita jangan merasa ada di zona nyaman, kita harus terus berani mengambil risiko. Sehingga nantinya, wirausaha generasi muda ini mampu mengembangkan bisnisnya dan mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih luas,? kata dia.
Ia juga menuturkan per-hari ini ada sekitar 4 juta lebih pelaku UMKM kreatif atau artisanal yang on boarding ke platform digital, melalui program Kemenparekraf/Baparekraf.
?Namun, saya menargetkan tahun ini ada enam juta yang bisa kita dorong on boarding, sehingga totalnya 10 juta UMKM atau dua kali lipat dari target semula bisa masuk ke dalam ekosistem digital. Namun, on boarding saja belum cukup. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kita bisa membantu wirausaha pemula dan pelaku UMKM untuk menjadi pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan nilai transaksi yang terus meningkat,? ujarnya.
Salah satu upaya Kemenparekraf dalam menghadapi tantangan wirausaha tersebut adalah melalui program Pengembangan Wirausaha Mandiri 2021. Dalam pelaksanaanya, Kemenparekraf berkolaborasi dengan dunia pendidikan dan komunitas UMKM.
Hal ini dilakukan agar wirausaha dapat memanfaatkan informasi dan teknologi digital secara optimal, teknik pemasaran, pengelola keuangan, serta perencanaan bisnis.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…