(foto: ist)
Kadin Jabar berupaya menjembatani pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) supaya memiliki keistimewaan dibandingkan daerah lain. Setelah diberikan fasilitas memperoleh hak kekayaan intelektual, produk UMKM Jabar pun akan difasilitasi memiliki izin edar Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Kepastian tersebut diperoleh dalam audiensi yang dilakukan Kadin Jabar dengan BPOM di Bandung, Rabu (10/3/2021). Pertemuan tersebut dihadiri langsung Ketua Kadin Jabar Tubagus Raditya dan Plt. Kepala Balai Besar POM di Bandung Sofiyani Chandrawati.
Raditya mengatakan, Kadin Jabar merupakan milik pengusaha dan akan fokus pada program-program yang akan mendukung sektor dunia usaha, terutama UMKM dan koperasi.
?Banyak UMKM yang membutuhkan pendampingan dan informasi valid mengenai penguruan izin edar dari BPOM. Kadin hari ini berusaha mengambil peran itu, menjadi jembatan dan fasilitator antara pengusaha dan pemerintah sebagai regulator,? kata Raditya.
Sofiyani mengatakan, BPOM menyambut baik dan bersepakat dengan Kadin Jabar untuk membangun hubungan kemitraan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.
?Pertemuan ini akan segera dilaksanakan melalui kegiatan bersama untuk meningkatkan minat masyarakat mengenai BPOM dan izin edar,? jelasnya.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…