Pemprov Jabar menerima bantuan kemanusiaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membantu masyarakat korban bencana di Jabar.
OJK memberikan Rp200 untuk Jabar Bergerak dan Rp50 juta untuk Jabar Quick Response. Dana seperempat miliar akan disalurkan kepada masyarakat di kabupaten/kota yang sedang dilanda bencana.
Selain memberikan bantuan, Pemprov Jabar dan OJK sepakat berkolaborasi memulihkan perekonomin Jabar dengan mengurangi pengangguran melalui pembiayaan untuk pengembangan UMKM dan teknologi digital.
Keduanya juga membahas potensi manajemen keuangan khususnya untuk kelompok-kelompok desa dan petani. OJK juga minta agar kelompok ekonomi menengah atas rajin-rajin belanja.
?Kami sudah melaporkan salah satu program kita yang tengah berjalan ialah borongdong.id, mengajak 300 ribu ASN berbelanja,? kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil.
Menurutnya, pada masa pandemi COVID-19 belanja adalah salah satu bentuk bela negara. Oleh karena itu, Pemdaprov Jabar berupaya terus meningkatkan daya beli masyarakat di level korporasi.
?Itulah kenapa kredit membeli mobil dengan bunga nol persen ini, maksudnya agar mereka yang mampu jangan menahan diri. Silakan beli motor mobil rumah dan lain-lain,? ujarnya.
Emil juga meminta masyarakat menyukseskan vaksinasi karena akan memberikan sikap optimisme pasar dan pulihnya ekonomi.
?Terbukti selama PPKM ternyata jual beli di level UMKM di Jabar naik 20-30 persen sehingga UMKM-nya sudah membaik, tinggal skala korporasi tentunya bisa kita dorong dengan lebih baik,? ucapnya.
Kepala OJK RI Wimboh Santoso mengatakan, kunjungannya ke Jabar untuk memonitor implementasi kebijakan terutama di sektor jasa keuangan. Di masa pandemi, penting untuk tetap menstabilkan sektor keuangan daerah.
?Fokus sekarang dan ke depan adalah bagaimana peta mesin ekonomi kita atau UMKM jadi perhatian. Sektor pertanian dan sektor unggulan lain juga jadi kekuatan kita,? katanya.
Wim berujar, OJK akan mendukung keuangan bukan hanya dengan pembiayaan yang sudah disediakan pemerintah, tetapi dengan penjaminan dan pendampingan masyarakat.
?Sehingga memudahkan semua pihak dalam menyanggupkan pembiayaan bisa juga dalam menjualnya sehingga ekosistem ini harus kita kuatkan bersama,? katanya.
?Kami bersama Pak Gubernur sudah sepakat nanti kita akan keroyok bersama sektor ekonomi agar dilakukan dengan cara-cara yang baru dan digital,? katanya.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…