Banjir di Kabupaten Bekasi. (dok. BNPB)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan bahwa simulasi bencana perlu dan penting dilakukan di daerah-daerah rawan bencana.
Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bahaya yang dapat berujung bencana tanah longsor.
Menurutnya, pencegahan bencana adalah urusan bersama. Tidak hanya BNPB, BPBD, atau TNI/Polri yang terlibat, tapi seluruh unsur pentaheliks (Pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat dan media massa) harus aktif dilibatkan. Pelibatan masyarakat harus diutamakan, termasuk di dalamnya kelompok rentan.
“Pengetahuan tentang kebencanaan harus menjadi bagian yang tidak bisa kita lepaskan dari kehidupan sehari-hari,” jelas Doni.
Simulasi ini diharapkan dapat dilakukan secara berkala di berbagai daerah yang memiliki potensi tanah longsor tinggi.
Doni juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan masyarakat yang merespons dengan cepat temuan-temuan terkait potensi bahaya tanah longsor.
“Saya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan simulasi hari ini,” kata Doni.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…