Categories: KABAR JABAR

Jabar Siapkan 400 Relawan Nakes

Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) intens memperkuat fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) dalam menghadapi peningkatan kasus COVID-19 yang signifikan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, selain menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien COVID-19, baik di rumah sakit rujukan maupun pusat isolasi nonrumah sakit, Pemda Provinsi Jabar akan menyiapkan 400 relawan tenaga kesehatan.

“Kami akan bantu dengan dana APBD Jabar menyediakan 400 nakes. Kemudian ada juga bantuan alat kesehatan berupa alat bantu pernapasan, terutama untuk rumah sakit swasta di daerah,” ucapnya.

Penanganan COVID-19 di Jabar sendiri menerapkan pola hulu-hilir. Menurut Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil pola hulu adalah dengan menyiapkan tempat isolasi di desa-desa. Sehingga masyarakat sekitar yang terpapar COVID-19 namun memiliki gejala ringan tidak perlu dilarikan ke rumah sakit.

Sedangkan untuk pola hilir adalah dengan memindahkan atau transisi pasien COVID-19 yang akan sembuh ke beberapa tempat dari mulai hotel, apartemen, rusun hingga tempat isolasi di desa-desa. Sehingga pasien COVID-19 yang benar-benar membutuhkan penanganan medis bisa diakamodasi di rumah sakit.

“Kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit untuk menambah kapasitas bagi pasien COVID-19. Kemudian menambah tempat isolasi nonrumah sakit. Salah satunya pusat pemulihan seperti di hotel-hotel. Kami berupaya agar rumah sakit hanya untuk pasien bergejala sedang sampai berat,” katanya.

“Sementara yang tidak bergejala dan bergejala ringan bisa menjalani isolasi dan penanganan di tempat isolasi di desa dan kelurahan ataupun pusat isolasi nonrumah sakit lainnya. Pasien yang sudah menunjukkan perbaikan kesehatan setelah mendapat penanganan di rumah sakit akan dipindahkan ke pusat pemulihan kesehatan, supaya BOR di rumah sakit terus berkurang,” imbuhnya.

Kang Emil pun melaporkan, kasus varian delta sudah ditemukan di sembilan daerah di Jabar. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat Jabar untuk memperkuat penerapan protokol kesehatan (prokes) 5M. Kedisiplinan masyarakat menerapkan prokes amat penting dalam mencegah penularan COVID-19.

“Varian delta ini tingkat penyebarannya tinggi, tetapi tingkat kematiannya rendah. Namun demikian, saya tetap mengingatkan agar protokol kesehatan 5M ketat dijalankan untuk mencegah penyebaran,” ucapnya.

Okan

Recent Posts

Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…

2 tahun ago

Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…

2 tahun ago

Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…

2 tahun ago

Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…

2 tahun ago

Anies Minta Rakyat Riang Gembira di Pemilu 2024

BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…

2 tahun ago

Golkar Rapat Konsolidasi di Bandung Dihadiri 3 Ribu Saksi TPS

BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…

2 tahun ago