Pandemi COVID-19 membuat banyak pelaku usaha terkena dampak. Para pengusaha vape juga turut terkena imbasnya. Berbagai cara dilakukan untuk membuat usaha mereka tetap berjalan, salah satunya melalui vaksinasi massal.
Pada Selasa (13/7/2021), ratusan pelaku usaha vape mengikuti vaksinasi COVID-19 massal di Kota Bandung. Program ini bertajuk ‘HexVax Initiative’ yang difasilitasi Hex Juice, salah satu produsen e-liquid yang ada sejak 2016.
Marcomm Director Hexjuice Jimmy Muhammad mengatakan, kondisi pandemi saat ini berdampak besar terhadap industri vape. Apalagi dengan adanya pembatasan mobilitas masyarakat. Selain pendapatan yang menurun, sejumlah toko ritel vape bahkan mengalami gulung tikar.
Kondisi ini dianggap wajar sebagai dampak dari pandemi. Sebab, publik masih dilanda kecemasan akan bahaya COVID-19 yang turut memengaruhi keamanan, kenyamanan dan keputusan yang diambil dalam kesehariannya.
Oleh karena itu, vaksinasi massal ini pun sengaja digelar. Tujuannya tentu melindungi para pelaku dan pekerja tempat vape dari penularan COVID-19.
“Kita memasilitasi mereka untuk vaksin. Karena goals-nya agar perekonomian bisa kembali tumbuh lagi. Sekarang kendalanya adalah PPKM, ritelnya jadi berkurang karena ada ketakutan meski prokesnya ketat,” ujar Jimmy, Selasa (13/72021).
Jimmy mengatkaan, konsumen banyak yang enggan datang ke toko vape. Alasannya, mereka khawatir tertular COVID-19 jika langsung berbelanja di toko. Akibatnya, penurunan omzet di toko vape bisa mencapai 70 persen dibanding biasanya.
“Di vape sendiri bisa sampai 70 persen (penurunan pendapatan) sangat drastis sekali, sejak 2021 banyak vapestore yang tutup di Bandung, rata-rata sekitar 20 persen mereka tutup karena tidak bisa bertahan,” ungkapnya.
Menurut Jimmy, berbagai cara dan program promosi telah diberikan produsen maupun ritel agar tetap bertahan. Namun hal itu tetap tidak banyak menolong menolong.
“Kita sebagai produsen concern juga sama mereka, makanya kita coba bikin program untuk nge-boost selling misalnya dengan belanja di toko dapat kupon hadiah dari kita, tapi ternyata seperti itu masih kurang juga,” jelasnya.
Harapannya, dengan adanya program vaksinasi ini, para konsumen lebih merasa aman dan nyaman untuk bertransaksi. Apalagi, protokol kesehatan juga diberlakukan di berbagai toko vape yang ada.
“Kita ingin memasilitasi vaporista untuk divaksin agar vaporistanya nyaman dan konsumennya juga nyaman agar perekonomiannya hidup lagi,” pungkasnya. (bud)
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…