Categories: HEADLINEKABAR KOTA

Inovasi Keren dari Kecamatan Cibiru, Ada Rumah Sakit Sehat Saat Pandemi

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19. Salah satunya dengan menyediakan rumah isolasi mandiri (isoman).

Namun berbeda dengan Kecamatan Cibiru. Di wilayah ini tak hanya menyediakan rumah isoman, tetapi juga menyediakan Rumah Singgah Sehat.

Menurut Camat Cibiru, Didin Dikaryuana, rumah ini digunakan bagi warga yang sehat untuk memisahkan diri dengan keluarganya yang terkonfirmasi COvid-19.

“Sehingga ketika sebagian keluarganya terpapar, yang sehatnya harus keluar dan dipindahkan ke rumah singgah sehat,” katanya.

?Masyarakat di sana bergotong royong membiayai untuk menyewa kamar. Kebetulan di Cibiru itu banyak kontrakan,” imbuhnya.

Sedangkan warga yang terkonfirmasi COvid-19, kata Didin, dipantau oleh RT/RW dan masyarakat dibantu.

?Ada seorang dermawan yang menyediakan rumah singgah sehat ada beberapa kamar disertai dengan peralatannya. Dengan cara memindahkan yang sehatnya relatif lebih tenang ke masyarakatnya juga,? imbuhnya.

Selain menyediakan rumah singgah sehat, untuk memastikan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 berjalan lancar, Kecamatan Cibiru menggelar patroli di malam hari.

Pada kegiatan ini, Kecamatan Cibiru menggandeng TNI dan Polri. Meski dalam upaya menegakan aturan, kegiatan tetap dilaksanakan dengan humanis.

?Kita pantau cafe dan tempat nongkrong. Razia masker masuk di jalan-jalan desa,? kata Camat Cibiru Kota Bandung,

?Kemudian hari minggu penutupan pasar tumpah. Pasar wisata 46, sejak awal PPKM kami melakukan penutupan,? tambahnya.

Tetapi jika ada cafe, restoran, atau tempat usaha yang membandel melanggar aturan PPKM Level 4, pihaknya tak segan untuk menindak tegas.

?Kami lakukan penindakan. Mesikipun itu jalan terakhir,? tegasnya.

Di kesempatan yag sama, Kasubsektor Cibiru Polsek Panyileukan, Iptu Kusmana Adibrata mengatakan, Cibiru merupakan wilayah yang cukup unik karena berbatasan dengan Kabupaten Bandung.

Sehingga Cibiru memiliki satu jalur utama dan 9 titik “jalur tikus” untuk masuk ke Kota Bandung.

?Jadi agak sulit kalau mengetatkan sendiri. Sebanyak 9 pintu ini menjadi titik kelemahan kita untuk pembatasan kendaraan,? akunya.

Tetapi meski begitu, pihaknya terus berupaya mengontrol mobilitas masyarakat. Bahkan pada malam hari pihaknya memantau aktivitas para pelaku usaha termasuk PKL.

?Kita imbau pedagang, yang makan ditempat hanya boleh 20 menit. Minimal 3 orang yang boleh di warung,? ungkapnya.

Okan

Recent Posts

Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…

2 tahun ago

Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…

2 tahun ago

Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…

2 tahun ago

Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…

2 tahun ago

Anies Minta Rakyat Riang Gembira di Pemilu 2024

BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…

2 tahun ago

Golkar Rapat Konsolidasi di Bandung Dihadiri 3 Ribu Saksi TPS

BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…

2 tahun ago