BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung terus berupaya untuk menghidupkan kembali roda ekonomi di tengah pandemi covid-19. Pasar Kreatif Bandung 2021 salah satu upaya yang kini dilakukan dengan menggandeng 252 para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) hadir di 9 pusat perbelanjaan.
Menurut Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, kehadiran pasar kreatif tersebut sebagai bentuk keseriusan Pemkot Bandung untuk terus menjadi roda ekonomi tetap berputar di masa pandemi covid-19. Pasalnya selama pandemi sejak 2020 silam, perekonomian di Kota Bandung mengalami penurunan secara signifikan terutama para pelaku UMKM.
“Mudah-mudahan dengan adanya produk UMKM Kota Bandung di pasar kreatif yang ada di 9 mal sampai November ini bisa memulihkan kembali perekonomian di masa pandemi. Karena bagaimanapun juga, roda ekonomi harus tetap berputar,” ujar Oded usai meninjau Pasar Kreatif Bandung 2021 di Mal Paskal 23, Jalan Pasirkaliki, Minggu (19/9).
Oded menuturkan, para pelaku UMKM terus membutuhkan wadah agar berbagai produknya bisa terus diminati oleh konsumen. Pasar Kreatif Bandung dinilai Oded menjadi wadah yang telah dimasa pelonggaran PPKM Level 3 di Kota Bandung.
“Ini juga sekaligus memeriahkan hari jadi ke-211 Kota Bandung. Kita ingin bangkitkan kembali ekonomi Kota Bandung, bangkitkan kembali para pelaku UMKM,” sahutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan, sebanyak 252 UMKM terlibat dalam kegiatan Pasar Kreatif Bandung 2021 dengan menghadirkan berbagai produk mulai dari fesyen, aksesoris hingga kuliner dalam bentuk kemasan.
“Ini dimulai sejak Jumat (17 September) di Paskal 23 Mal ini. Terus nanti berjlanjut di PVJ, TSM, Festival City Link, Kings Shopping Center, Metro Indah Mal, Miko Mal, Ciwalk dan berakhir di BIP pada November 2021 nanti. Jadi setiap mal itu diberi waktu selama 10 hari bagi para pelaku UMKM,” kata Elly ditempat yang sama.
Elly menuturkan, kegiatan tersebut merupakan tahun kedua kali dilakukan selama masa pandemi covid-19. Tahun pertama dilakukan pada 2020 silam yang bertujuan untuk memulihkan ekonomi kepada para pelaku UMKM yang terdampak covid-19.
“Dedanya dengan tahun 2020 pesertanya tidak melibatkan pelaku usaha makanan minuman dalam kemasan kuliner. Tahun ini karena mereka merasa tidak dilibatkan dalam pasar kreatif padahal ini momen yang tepat untuk bangkitkan ekonomi di kota bandung. Makanya tahun ini diikutsertakan,” beber Elly.
Sementara itu Elly menargetkan perputaran pendapatan para UMKM meningkat sedikitnya 10 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,7 miliar selama dua bulan. Ia berharap, kehadiran kegiatan tersebut dapat menarik perhatian masyarakat untuk terus mendukung produk lokal guna meningkatkan perekonomian di Kota Bandung melalui UMKM.
“Targetnya kami berharap dibandingkan tahun kemarin harus ada peningkatan ya minimal ada kenaikan 10 persen, kalau kemaren Rp1,7, jadi tahun ini sekitar Rp1,9 miliar. Karena kita juga bekerjasama dengan Shopee dan Blibli untuk memasarkan produk mereka, jadi secara offline dan online,” ungkap Elly.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…