Categories: HEADLINEKABAR KOTA

Pelaku Usaha Angkot Protes Program Grab to Work

Kabarbandung.id – Para pelaku usaha angkutan kota protes keras terkait kebijakan Dinas Perhubungan Kota Bandung yang telah menggandeng Grab untuk melangsungkan sistem carpooling.

Sebelumnya Dishub Kota Bandung mengganddeng jasa transportasi berbasis aplikasi itu guna menjalankan sistem carpooling di Kota Bandung yang dimulai hari ini, Senin (11/3/2019). Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi kemacetan yang didahului oleh para aparatur sipil negara (ASN) dari Dishub Kota Bandung.

Namun upaya itu nampaknya mendapat reaksi protes dari pelaku usaha angkutan kota, salah satunya Koperasi Angkutan Masyarakat (Kopamas) Kota Bandung. Program yang diberi nama Grab to Work itu pun dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana pada Jumat (8/3/2019).

Menurut Ketua Kopamas Kota Bandung Budi Kurnia, seharusnya Dishub Kota Bandung mengutamakan angkot sebagai mitra dalam menjalankan sistem tersebut. Terlebih angkot merupakan moda trasportasi yang legal sesuai Undang-undang selama ini.

“Sehubungan dengan adanya program grab to work yang digagas oleh pihak Dinas Perhubungan Kota Bandung, kami mengajukan protes keras,?kata Budi saat duhubungi awak media, Senin (11/3/2019)

Budi pun mengaku terasa terpukul atas kebijakan yang dikeluarkan secara mendadak oleh Dishub Kota Bandung karena telah menggandeng jasa angkutan umum yang belum terdaftar secara resmi. Mereka pun berharap dilibatkan dalam sistem carpooling di Kota Bandung, terlebih saat ini peminat angkot melonjak menurun sejak hadirnya jasa transportasi online bebasis aplikasi.

“Program grab to work memberikan pukulan telak bagi kami sebagai stakeholder angkutan kota. Kami meminta Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk meninjau ulang program tersebut dan kami mohon agar kami pun juga dilibatkan,” bebernya.

Sementara itu, lanjut Budi, program tersebut dinilai bertentangan dengan upaya Dishub Kota Bandung yang selama ini mencoba mengajak masyarakat kembali menggunakan angkutan umum khususnya angkot. Dengan adanya kebijakan tersebut, Budi menilai Dihub tidak serius untuk menggembalikan animo masyarakat menggunakan transportasi umum.

“Sopir dan pengurus angkot itu sedang tenggelam. Makanya begitu melihat launching carpooling, ini apa-apaan. Kenapa bukan kami yang susah payah membuat program ini dan itu, ini tiba-tiba milih Grab, ada apa dengan Dinas Perhubungan?? tanya Budi. (kur)

Kurniawan

Recent Posts

Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…

2 tahun ago

Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…

2 tahun ago

Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…

2 tahun ago

Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…

2 tahun ago

Anies Minta Rakyat Riang Gembira di Pemilu 2024

BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…

2 tahun ago

Golkar Rapat Konsolidasi di Bandung Dihadiri 3 Ribu Saksi TPS

BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…

2 tahun ago