Ilustrasi kebakatan (Ramdani/kabarbandung.id)
Kabarbandung.id – Peristiwa kebakaran seringkali mengundang perhatian. Bahkan, tak jarang ada warga berfoto selfie alias swafoto di lokasi kebakaran.
“Banyak masyarakat yang pada saat kejadian kebakaran itu jadi sesuatu yang menarik (untuk jadi latar belakang) foto selfie,” kata Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung Ferdi Ligaswara, Minggu (17/3/2019).
Hal itu menurutnya boleh saja dilakukan. Sebab, itu merupakan hak masing-masing orang. Tapi, alangkah baiknya jika masyarakat bersikap bijak. Daripada berfoto selfie, sebaiknya membantu memadamkan api agar tidak makin membesar.
“Itu (foto selfie) boleh saja dilakukan. Tapi yang lebih perlu lagi dilakukan adalah membantu korban,” ungkap Ferdi
Jika tidak bisa membantu, minimal hindari mengganggu. Menjauhlah dari lokasi kebakaran. Jangan berkumpul di titik yang membuat warga atau petugas pemadam yang akan memadamkan api terhalang aksesnya.
Jika Baraya Bandung kebetulan sedang berkendara di jalan dan mendengar suara sirine mobil pemadam kebakaran, segeralah menepi. Berikan ruang lebar bagi mobil pemadam untuk melintas.
“Ketika ada sirine (mobil pemadam lewat di jalan) berikan ruang lebar. Karena hitungan detik sangat berarti bagi anggota kami (agar bisa secepatnya tiba ke lokasi kebakaran),” jelas Ferdi. (bud)
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…