Categories: HEADLINEKABAR KOTA

Usai Terpilih Jadi Komisioner KPU Kota Bandung, Khoirul Anam Janjikan ini

BANDUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan sejumlah komisioner di KPU Provinsi, Kabupaten/Kota se-Indonesia pada Kamis 28 Desember 2023 di Jakarta. Salah satu KPU yang ditetapkan tersebut adalah Kota Bandung.

Dari sejumlah nama yang mengikuti seleksi komisioner KPU Kota Bandung, ada lima nama yang dinyatakan lolos menjadi komisioner. Kelima nama tersebut adalah Khoirul Anam Gumilar Winata, Cepi Adi Setiadi, Dzaky Rijal, Kurniawan Safrudin, dan Wenti Frihadianti.

Calon Komisioner KPU Kota Bandung, Khoirul Anam mengatakan, dirinya mengucap syukur setelah melalui beberapa tahapan dan proses seleksi yang cukup ketat, akhirnya lulus seleksi hingga tahap akhir.

“Ucapan terima kasih untuk orang tua dan temen temen semua yang mendoakan. Kita masih menunggu dilantik secara resmi oleh KPU RI, bisa di hari ini atau besok, masih belum mendapat info lebih lanjut. setelah itu baru kita bisa langsung kerja, seperti distribusi logistik, persiapan bimtek PPS untuk putung sura, sambil tentunya pengenalan ke rekan-rekan sekretariat, badan adhoc, stakholder terkait, dan banyak hal lainnya yang kita kerjakan,” kata Anam kepada wartawan, Jumat 29 Desember 2023.

Menurut Anam, karena pemilu serentak sekarang ini secara konsep dan prinsip sama pelaksanaannya dengan Pemilu 2019, semua pihak memiliki punya pengalaman. Kekurangan pemilu kemarin yaitu suara tidak sah untuk pemilu legislatif angkanya cukup tinggi, tentunya pada pemilu sekarang harus diturunkan.

“Kalau sekarang, yang berbeda kondisi zaman di mana medsos dan platform digital digunakan hampir semua lapisan pemilih, khususnya di Kota Bandung. Serta banyaknya pemilih generasi muda menjadi tantangan untuk melakukan pendidik pemilih, karena treatmennya pasti berbeda dengan generasi lainnya,” jelasnya.

Anam menuturkan, dirinya akan melakukan optimalisasi media sosial dan platform digital untuk melakukan sarana edukasi pemilih. Lalu dalam melakukan edukasi pemilih harus menggunakan metode dan perlakuan berbeda sesuai sasaran edukasi, seperti generasi muda, pemilih pemula, teman-teman disabilitas, dan lain sebagainya.

“Sudah ada pedomannya yang dibuat KPU RI. Tentunya melibatkan partisipasi masyarakat, berbagai kelompok, kawan-kawan mahasiswa, serta rekan-rekan media untuk melakukan kolaborasi melakukan pendidikan bagi pemilih untuk meningkatkan partisipasi,” pungkasnya. (*)

Mahyr A.

Recent Posts

Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…

2 tahun ago

Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…

2 tahun ago

Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…

2 tahun ago

Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…

2 tahun ago

Anies Minta Rakyat Riang Gembira di Pemilu 2024

BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…

2 tahun ago

Golkar Rapat Konsolidasi di Bandung Dihadiri 3 Ribu Saksi TPS

BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…

2 tahun ago