Categories: HEADLINEKABAR KOTA

‘Petarung’ Cantik Penjinak Api

Bandung – Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung ternyata punya para ‘petarung’ cantik. Namanya Srikandi Pemadam.

Dalam kesehariannya, para perempuan ini bertugas di belakang meja dan berkutat dengan tugas administrasi. Tapi, saat laporan kebakaran datang, mereka akan siap terjun ke lokasi untuk mengatasinya.

Di Kantor Diskar PB sendiri ada tujuh Srikandi Pemadam. Mereka adalah perempuan yang tergolong antimainstream. Mereka bekerja dengan risiko tinggi, bahkan mengancam nyawa.

“Mereka sudah kita latih dan punya kemampuan sebagai petugas pemadam. Saat dibutuhkan, mereka bisa terjun ke lokasi kebakaran,” kata Kabid Kesiapsiagaan Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Diskar PB Kota Bandung Kurnia Saputra.

Direkrutnya para perempuan ini adalah bagian dari kesetaraan gender. Tapi, pola perekrutan jelas tak asal-asalan. Mereka pun ditempa dengan keras agar bisa jadi pribadi yang tangguh sebagai petugas pemadam.

Saat memadamkan kebakaran, mereka biasanya ditempatkan sebagai ‘pelapis’. Sedangkan bagian terdepan tentu petugas laki-laki. Tapi, risiko tinggi tetap mengintai para perempuan ini.

“Kalau kebakarannya tidak tertangani (oleh petugas laki-laki), mereka bisa bantu pegang nozzle. Kalau tertangani, mereka bisa pegang logistik, menggulung selang, bahkan mereka bisa jadi sopir,” jelas Kurnia.

Khusus untuk jam kerja, Srikandi Pemadam ini bertugas setiap senin hingga jumat dari pukul 08.00-16.00 WIB alias 8 jam. Ini berbeda dengan petugas laki-laki yang bekerja 24 jam penuh dan libur dua hari di hari berikutnya.

Ratika Yuli Puspita, salah seorang Srikandi Pemadam, mengakui memang pekerjaannya berisiko tinggi. Tapi, hal itu tak dijadikan sebagai mimpi buruk.

Baginya, setiap pekerjaan pasti memiliki risiko sendiri. Soal kecelakaan atau cedera, hal itu menurutnya bisa dialami siapapun tanpa diduga.

“Setiap pekerjaan ada risikonya. Cuma memang kita risikonya lebih tinggi. Tapi, lillahita’ala saja,” tutur Tika, sapaan akrabnya.

Selama bertugas, ia pun bersyukur tak pernah mengalami kecelakaan fatal, begitu juga Srikandi Pemadam lainnya. Tergores, luka bakar, hingga tersayat pun dipandang hal biasa. (bud)

Budiana

Recent Posts

Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…

2 tahun ago

Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…

2 tahun ago

Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…

2 tahun ago

Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…

2 tahun ago

Anies Minta Rakyat Riang Gembira di Pemilu 2024

BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…

2 tahun ago

Golkar Rapat Konsolidasi di Bandung Dihadiri 3 Ribu Saksi TPS

BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…

2 tahun ago