Ilustrasi anak. (Kabarbandung.id)
Sebagian masyarakat Indonesia sebagian memandang anak gemuk adalah anak sehat. Sebaliknya, kurus dianggap kurang sehat. Benarkah demikian?
Jika terjebak pada pandangan ini, orang tua tentu menjadi serba salah. Padahal, pandangan itu belum sepenuhnya benar.
Sebab, berat badan berlebih pada anak tidak selalu berarti sehat. Sebaliknya, kegemukan justru akan menimbulkan masalah kesehatan.
Dilansir laman resmi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, kegemukan terjadi akibat asupan energi lebih tinggi daripada energi yang dikeluarkan. Asupan energi tinggi disebabkan konsumsi makanan sumber energi dan lemak tinggi. Sedangkan pengeluaran energi yang rendah disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik dan sedentary lifestyle.
Sedentary lifestyle merupakan gaya hidup yang tidak aktif atau tak banyak bergerak dan terlalu banyak dihabiskan dengan duduk atau berdiam diri saja. Orang dengan gaya hidup sedentary ini biasanya hanya menghabiskan waktu dengan duduk atau berbaring dan mengabiskan waktu misalnya dengan menonton TV, bermain gadget atau gawai, dan membaca. Sedentary lifestyle ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa tetapi juga dialami oleh anak-anak.
Penyebab Kegemukan pada Anak
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab seorang anak mengalami kegemukan. Apa saja?
1. Faktor genetik diduga menjadi salah satu faktor, tetapi bukan faktor utama
2. Asupan makanan berlebih yang berasal dari jenis makanan olahan serba instan, minuman softdrink, makanan siap saji (burger, pizza, hotdog, dll)
3. Asupan susu formula yang melebihi porsi yang dibutuhkan bayi/anak
4. Pola asuh yang tidak baik. Orang tua terlalu memanjakan anaknya sehingga apapun yang diinginkan anaknya, terlepas apa yang diinginkan anak ini akan berdampak buruk atau tidak
5. Ketiakseimbangan anatara pola makan dan aktivitas fisik
Mengenal Sedentary Life
Ahli Gizi RSHS Ita Rosita, MKM, RD menjelaskan, kegemukan pada usia dewasa biasanya merupakan kelanjutan dari kegemukan pada saat kecil. Kegemukan dan obesitas pada anak yang berlanjut ke usia dewasa ini merupakan faktor risiko terjadinya berbagai penyakit metabolik dan degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, kanker, osteoartritis, dan lain-lain.
Pada anak, kegemukan dan obesitas juga dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan yang sangat merugikan kualitas hidup anak seperti gangguan pertumbuhan tungkai kaki, gangguan tidur (sleep apnea) dan gangguan pernapasan lain.
Anak-anak dengan kegemukan juga dapat mengalami kesulitan gerak dan terganggu pertumbuhannya. Itu karena timbunan lemak yang berlebihan pada organ-organ tubuh yang seharusnya berkembang. Pada aspek psikologis, kegemukan juga berdampak pada menurunnya kepercayaan diri anak, terlebih jika diejek oleh teman-temannya.
Jadi, Baraya Bandung masih yakin anak gemuk sama dengan anak sehat? (bud)
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…