Keong (dok. LIPI)
Lendir keong bagi banyak orang dianggap menjijikan. Namun, di balik anggapan itu, ada beragam fakta dan manfaat menarik dari lendir keong. Apa saja?
1. Jadi Bahan Kosmetik
Ya, lendir keong bisa dijadikan sebagai bahan kosmetik. Sekresi keong yang berbentuk lendir ini bahkan sudah lama digunakan sebagai bahan dasar perawatan kulit sejak masa Yunani kuno. Hal ini terus berkembang di luar negeri hingga kini.
“Di luar negeri cukup banyak penelitian mengenai keong, salah satunya penelitian yang menghasilkan penemuan yang kemudian dijadikan solusi bahan baku kosmetik,” ujar peneliti keong Ayu Savitri Nurinsiyah di laman Pusat Penelitian Biologi LIPI.
Namun, pemanfaatan lendir keong untuk bahan kosmetik di Indonesia belum marak digunakan. Hal ini mendorong Ayu bersama tim tabungan peneliti Pusat Penelitian Biologi, Pusat Penelitian Bioteknologi, dan Pusat Penelitian Biomaterial LIPI tergerak melakukan penelitian seputar keong.
Menurut Ayu, ada dua jenis keong yang umum digunakan untuk bahan dasar kosmetik, yaitu Cornu aspersum (Helix aspersa) atau dikenal dengan Brown Grade Snail. Satu lagi jenis Lissachatina fulica atau Giant African Snail. Di Indnesia, keong ini dikenal dengan sebutan bekicot. Khusus di Thailand, ada jenis lokal yang digunakan sebagai bahan baku kosmetik, yaitu Hemiplecta distincta.
2. Bisa Jadi Obat
Ayu dan rekan-rekan penelitinya fokus meneliti spesies keong darat native dan endemik Jawa yang memiliki senyawa bioaktif dan aktivitas antimokroba terampuh dari protein mucus alias lendirnya. Ia tertarik pada spesies keong darat karena hewan tersebut berpotensi menyembuhkan luka.
“Ternyata keong memiliki banyak fakta-fakta yang bermanfaat, selain bisa berguna sebagai obat, keong juga memiliki kolagen, anti bakteri dan sebagainya,” jelas Ayu.
3. Fungsi Lendir Bagi Keong
Di balik khasiatnya, mungkin ada yang belum tahu apa manfaat lendir bagi keong itu sendiri. Ayu mengatakan ,sebenarnya keong mengeluarkan lendir sebagai pembantu lokomosi atau pergerakannya. Sebab, keong bergerak dengan kaki perutnya.
“Ada juga fungsi lainnya, yaitu sebagai lem atau perekat agar mereka dapat menempel di permukaan (daun atau batang) secara terbalik dan melawan gravitasi. Selain itu, lendir keong juga berfungsi sebagai pelembap badan agar tidak kering, karena keong sangat rentan terhadap kekeringan (dessication),” imbuh Ayu.
4. Berkhasiat, tapi Jangan Asal Pakai
Bagi manusia, menurut Ayu, lendir atau mucus keong dipercaya mampu dimanfaatkan untuk menghilangkan jerawat, melembapkan, dan mengencangkan kulit wajah. Namun, penggunaan lendir keong ini tak boleh sembarangan.
“Tentunya penggunaan lendir keong sebagai kosmetik perlu melalui berbagai tahapan pengujian dan pengolahan. Jadi harus aman,” tegasnya.
Ia mengingatkan harus hati-hati jika lendir yang digunakan berasal dari keong hidup dan lendir tersebut langsung diaplikasikan pada wajah atau digunakan sebagai obat luka tanpa melalui proses uji. Apa dampaknya jika ini dilakukan?
“Keong darat, salah satunya bekicot, juga merupakan salah satu inang perantara cacing parasit yang dapat mengakibatkan meningitis (radang selaput otak). Kalau lendir tersebut langsung diaplikasikan ke kulit atau ke luka terbuka khawatir terdapat cacing parasite tersebut dan menginfeksi manusia,” pungkasnya. (bud)
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…