Categories: HEADLINESERBA SERBI

Elizabeth Barthory, Wanita Paling Kejam Sepanjang Sejarah

Nama Elizabeth Barthory mungkin terdengar asing dibeberapa negara namun tidak di daratan Eropa. Sosok bangsawan asal Hungaria ini cukup melegenda bahkan hingga sekarang.

Bukan karena kepemimpinannya yang baik dan adil, namun Elizabeth Barthory dikenal sebagai wanita kejam karena telah membunuh ratusan perempuan muda. Dikabarkan dia terlibat dalam 650 kasus.

Lahir pada 7 Agustus 1560, wanita yang memiliki nama asli Escedi Bathory Erzsebet merupakan anak salah satu bangsawan paling kaya di Hungaria kala itu, George Bathory dan Anna Bathory.

Sama seperti bangsawan pada umumnya, Elizabeth telah ditunangkan dengan bangsawan lain sejak usia 10 tahun dan menikah lima tahun kemudian dengan Ferenc Nadasdy yang usaianya lebih tua 10 tahun.

Sang suami menjadi sosok penting di Hungaria dan terkenal sebagai pahlawan karena keberaniannya di medan pertempuran bahkan dijuluki ‘Black Hero of Hungary’.

Karena sering ditinggal berperang oleh sang suami, Elizabeth merasa kesepian dan mulai menunjukan sisi gelap termasuk memiliki banyak selingkuhan, bahkan konon dia menjadi seorang biseksual untuk memuaskan hasratnya.

Penganut Satanisme

Elizabeth mulai terpengaruhi ajaran Satanisme atau menyembah setan yang ditularkan salah satu pelayan terdekatnya, Dorothea Szentes.

Di tahun 1600 dia mulai menikmati kepuasan dengan melakukan penyiksaan kepada seseorang. Aksi ini dibantu oleh beberapa pelayan terdekatnya. Isu tersebut bahkan telah berkembang pesat dikalangan masyarakat.

Sang suami meninggal pada 1604 karena sakit, namun beberapa pihak menduga meninggalnya Nadasdy karena Elizabeth.

Raja Hungaria, Matthias II mulai curiga dan memerintahkan kepada pejabat tinggi, Gyorgy Thurzo untuk melakukan penyelidikan pada 1610 dan dalam beberapa bulan membuahkan hasil.

Membunuh Karena Ingin Awet Muda

Dari hasil penyelidikan Elizabeth terbukti melakukan sejumlah kejahatan dengan menculik, pemukulan, pembakaran, mutilasi, melukai wajah, serta memaksa korban kelaparan hingga mati kepada para korbanya gadis berusia 10 hingga 14 tahun.

Tidak hanya rakyat biasa namun para bangsawan dengan status lebih rendah turut menjadi sasaran. Modusnya menawari pekerjaan sebagai pelayan kastil dengan bayaran tinggi atau mempelajari sopan santun khusus bagi anak bangsawan.

Okan

Recent Posts

Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…

2 tahun ago

Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…

2 tahun ago

Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…

2 tahun ago

Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…

2 tahun ago

Anies Minta Rakyat Riang Gembira di Pemilu 2024

BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…

2 tahun ago

Golkar Rapat Konsolidasi di Bandung Dihadiri 3 Ribu Saksi TPS

BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…

2 tahun ago