Ilustrasi nyamuk (Ravi Kant/Pexels)
Ada beberapa fakta baru yang berkembang dari COVID-19. Berbagai gejala baru pun ditemukan berdasarkan hasil penelitian. Namun, ada juga berbagai mitos yang berkembang.
Salah satu yang kini berkembang adalah nyamuk disebut dapat menularkan COVID-19. Benarkah ini atau hanya mitos semata?
Secara umum, nyamuk memang bisa menularkan penyakit. Contoh paling nyata dan umum diketahui publik adalah demam berdarah dan malaria.
Dikutip dari laman Halodoc.com, nyamuk bisa menularkan virus. Tapi, nyamuk itu harus lebih dulu terinfeksi virus, melewati usus, dan masuk ke kelenjar ludahnya.
Menurut penelitian yang dilakukan pada 2020, virus tidak dapat bereplikasi di dalam sel nyamuk. Dalam studi yang sama, para peneliti mengumpulkan 1.165 nyamuk dari sekitar Wuhan, China, tempat wabah pertama COVID-19 tercatat. Para peneliti menemukan bahwa semua nyamuk yang terkumpul dinyatakan negatif virus.
Studi eksperimental pertama yang dilakukan untuk melihat potensi nyamuk dalam menularkan virus corona yang diterbitkan pada Juli 2020 juga menunjukkan virus tidak dapat berkembang biak di dalam nyamuk.
Jadi, bisa disimpulkan, ketika virus corona tidak dapat berkembang biak di dalam tubuh nyamuk dalam pengaturan laboratorium yang terkontrol, nyamuk juga tidak dapat tertular virus meskipun mereka menggigit orang yang terinfeksi.
Menurut Centers Disease Control and Prevention, virus yang menyebabkan COVID-19 paling sering ditularkan di antara orang-orang berdekatan satu sama lain. Virus dapat ditularkan melalui:
1. Kontak Langsung
Ketika seseorang dengan virus batuk, bersin, bernyanyi, berbicara, atau bernapas, mereka menghasilkan tetesan pernapasan kecil yang mengandung virus. Jika tetesan ini bersentuhan dengan hidung, paru-paru, atau mulut, atau mata, kamu juga berisiko tertular virus.
2. Kontak Tidak Langsung
Tetesan pernapasan juga bisa mengendap di permukaan dan benda. Virus dapat ditularkan jika seseorang menyentuh salah satu permukaan atau benda ini lalu kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata. Metode penularan ini diperkirakan tidak sesering kontak langsung.
Itulah sebabnya masyarakat tetap direkomendasikan menggunakan masker di depan umum dan secara fisik menjauh setidaknya tiga meter dari orang lainnya untuk membatasi penyebaran virus.
Tak Terbukti, tapi Harus Hati-hati
Sampai saat ini, memang belum ada bukti bahwa nyamuk dapat menularkan virus penyebab COVID-19 ke manusia. Bukti eksperimental pun menemukan bahwa virus tidak dapat bereplikasi pada nyamuk.
Meski tidak membawa virus corona, termasuk virus corona varian baru, nyamuk masih membawa banyak penyakit lain. Karenanya, kamu tetap harus berhati-hati agar tidak digigit. Salah satu pencegahannya seperti memakai semprotan serangga saat berada di ruangan yang berisiko ada nyamuk.
Selain itu, kamu bisa melakukan berbagai langkah pencegahan lain. Yang paling penting adalah melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk. Jadi, cegah nyamuk berkembang biak sebelum datang membawa penyakit.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…