Langkah tegas dilakukan pemerintah China demi mengurangi kecanduan dalam bermain game dengan melarang penggunaan telepon seluler di dalam kelas.
Tidak hanya murid, aturan ini berlaku bagi guru serta pekerja di lingkungan sekolah dasar dan menengah.
Dalam keputusannya, Kementerian Pendidikan setempat menjelaskan selain mengurangi kecanduan bermain game, langkah ini diambil demi meningkatkan kosentrasi selama kegiatan belajar dan mengajar.
Terdapat pengecualian dalam kebijakan ini, bagi siswa yang ingin membawa ponsel wajib mendapat persetujuan dari para orang tua yang sebelumnya mengajukan permintaan tertulis kepada pihak sekolah.
Sebagai tindak lanjut atas larangan tersebut, maka pemerintah diminta menyediakan telepon umum sekaligus kartu pelajar berbasis elektronik yang digunakan sebagai saluran komunikasi antara pelajar dan orang tuanya.
Sekolah menengah di China merupakan penggabungan sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas dengan masa pendidikan secara keseluruhan enam tahun.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…