Kadisdik Jabar Dedi Supandi. (Budiana/Kabarbandung.id)
Dinas Pendidikan Jawa Barat akan menggabungkan pola belajar jarak jauh dan tatap muka. Hal tersebut berdasarkan hasil evalusi selama satu tahun terakhir.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan penggabungan kedua pola belajar itu menanggapi kejenuhan para siswa yang selama ini belajar jarak jauh dampak dari pandemi COVID-19.
“Sebenarnya di lapangan sudah berjalan, namun nanti akan disempurnakan lagi” ujar Dedi.
Demi memperlancar program ini, Dedi menuturkan pihaknya bekerjasama dengan Pesona Edu untuk mengembangkan pola belajar jarak jauh yang lebih menarik namun simpel.
“Pesona Edu itu milik orang Indonesia dan mengembangkannya di Singapur dan sudah berpengalaman disana mengembangkan belajar daring disana. Belajar daringnya lebih singkat dan banyak menggunakan animasi agar lebih menarik,” ungkap Dedi.
Dedi menjelaskan, hal itu berdasar hasil survey bahwa kemampuan belajar daring bagi para siswa maksimal empat jam per hari. Pola belajar gabungan antara PJJ dan luring itu akan berlangsung selama pandemi dengan sistem bergiliran selama pandemi.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…