Suporter sepak bola menjadi pembahasan utama dalam pertemuan yang melibatkan PSSI, Kemenpora dan pihak kepolisian untuk izin bergulirnya kompetisi Liga 1 dan Liga 2.
Meski telah mendapat lampu hijau namun kesepakatan terkait protokol kesehatan ketika pertandingan masih dalam pembahasan.
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan jika nantinya kompetisi bakal bergulir beberapa hal terkait suporter wajib dipenuhi yaitu tidak boleh hadir di stadion dan nonton bareng.
Hal tersebut demi menekan angka penyebaran COVID-19 sesuai anjuran dari pemerintah pusat.
“Suporter jadi perhatian luar biasa, apabila (kompetisi) diizinkan itu tanpa penonton dan juga suporter tidak diperbolehkan nonton bareng atau membuat kerumunan,” katanya.
Polri sendiri belum bisa memutuskan apakah bakal memberikan izin pertandingan karena akan mengevaluasi serta mengkaji lebih dalam sejumlah teknis yang disampaikan PSSI.
Senada dengan Iriawan, Menpora Zainudin Amali meminta suporter agar mengikuti setiap aturan yang bakal berlaku. Apabila ketahuan ada yang melanggar maka sanksi berat akan menunggu di depan mata.
“Mudah-mudahan segera akan ada keputusan dan penekanan dari ketum menjadi perhatian kita semua. Apabila (kompetisi) diizinkan tidak ada penonton, tidak ada nonbar. Biasa saja mereka tidak datang ke stadion tapi bisa saja nonbar, dan sanksinya berat,” kata dia.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…