Ilustrasi (foto: net)
Ratusan keluarga di Kampung Pakemitan, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur mengeluhkan beras program Bantuan Pemerintan Non Tunai (BNPT) tak layak konsumsi. Beras yang diterima sudah bau dan banyak kutu.
Menurut Heri, warga setempat, ada sekitar 360 keluarga penerima manfaat (KPM) dari 6 RT yang menerima beras program BPNT.
“Beras itu dari agen e-Warong, diterima Sabtu (6/2/2021) pekan kemarin. Saat akan dimasak, kualitasnya jelek, warnanya kusam, berbau, dan berkutu. Saya sampai mengurungkan untuk memasak dan terpaksa membeli beras dengan kualitas yang layak konsumsi,” kata Heri kepada wartawan, Minggu (14/2/2021).
Heri menyayangkan buruknya kualitas beras batuan pemerintah itu. Seharusnya masyarakat bisa mendapatkan beras yang lebih kualitas bantuan sembako yang diberikan kepada masyarakat. Apalagi anggaran yang dialokasikan untuk sembako sangat besar.
“Kan saya dengar dananya itu sekitar Rp200 ribu per KPM. Seharusnya masyarakat bisa dapat beras berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Ratna Komalasari, seorang agen e-Warong di Pakemitan mengaku telah mendistribusikan sembako bagi 360 KPM, di antaranya beras dengan kondisi layak. Sembako tersebut meliputi beras, daging, telur, kacang, dan jeruk.
“Tidak mungkin kualitasnya jelek. Sembako yang kami distribusikan ke masyarakat kualitasnya baik,” katanya.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…