Ilustrasi (foto: net)
Dinas Pendidikan Jawa Barat tidak akan memusnahkan atau merevisi buku pelajaran SMA yang memuat situs porno. Namun akan meminta pemerintah pusat memblokir situs porno tersebut.
Kepala Disdik Jabar Dedi Supandi menyatakan, pihaknya sudah melayangkan surat kepada Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan (Kemendikbud) serta Kementerian Komunikasi dan Informatima (Kemenkominfo) terkait buku mata pelajaran sosiologi kelas III SMA yang memuat alamat situs porno.
Dalam surat tersebut, Dedi meminta tersebut diblokir.
“Saya juga mengimbau kepada para penulis agar kalau menulis buku tolong merujuk ke website resmi yang dibuat pemerintah,” kata Dedi, akhir pekan kemarin.
Dedi menegaskan, pihaknya sudah menarik buku tersebut untuk ditampung di perpustakaan. Buku itu disimpan dulu hingga website berisi konten porno itu diblokir.
“Sempat terbagikan ke siswa. Ininya (bukunya) gak masalah, selama situsnya (sudah) terblokir, tetap bermanfaat,” ujarnya.
Dedi mengaku buku sosiologi tersebut berisi link website yang mengadung konten dewasa. Buku itu terbit tahun 2010, dan pihaknya sudah melakukan klarifikasi terhadap pihak yang membuat website tersebut.
Awalnya, laman dalam buku sosiologi SMA kelas III itu tidak memuat konten dewasa. Namun lantaran kondisi finansial, tahun 2014 lalu situs tersebut ditutup.
“Tiba-tiba di dalam buku masuk dan sekarang buku tersebut berisi tentang situs orang dewasa,” katanya.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…