Ilustrasi berenang. (Andre Piacquadio/Pexels)
Ada banyak olahraga yang bisa dilakukan di tengah pandemi COVID-19. Namun, ada beberapa jenis olahraga yang dikhawatirkan jadi tempat penularan COVID-19. Salah satunya berenang.
Saat ini, banyak orang merasa takut berenang, apalagi di kolam renang umum. Alasannya tentu karena khawatir air kolam jadi media penularan COVID-19. Lantas, sebenarnya aman atau enggak sih berenang di kolam renang umum di tengah pandemi seperti ini?
Bagi mereka yang punya kolam renang pribadi di rumah, mungkin tak akan dihantui kekhawatiran tertular COVID-19 di kolam renang. Namun, bagi mereka yang hanya bisa berenang di kolam renang umum, tentu ini jadi kekhawatiran tersendiri.
Faktanya, menurut?Centers for Disease Control and Prevention?(CDC), sejauh ini belum ada laporan dan penelitian yang membuktikan bahwa air kolam renang dapat menjadi media penyebaran COVID-19. Kenapa?
Ini karena zat disinfektan pada air kolam, seperti?klorin?dan bromin, dapat membunuh berbagai jenis mikroorganisme, seperti bakteri dan virus. Inilah yang mungkin menjadi alasan mengapa penularan?COVID-19?melalui air kolam renang sangat kecil dibandingkan lewat udara.
Jadi, berenang saat pandemi COVID-19 memang diperbolehkan dan tergolong aman. Namun, risiko penularan tetap ada, terutama jika kamu berenang di kolam renang atau pantai yang ramai. Saat berada di kerumunan, tentu kamu akan lebih sulit untuk menjaga jarak dengan orang lain.
Ditambah lagi, kamu tidak bisa memakai masker dalam keadaan basah kuyup. Hal ini dapat memungkinkan kamu menghirup percikan air liur ketika orang lain sedang berbicara, bersin, atau batuk. Di sinilah penularan penyakit COVID-19 bisa terjadi.
Jadi, kamu harus pintar-pintar memilih tempat jika ingin berenang di tengah pandemi. Berikut ini tips aman yang bisa kamu lakukan jika ingin berenang di kolam renang umum.
– Hindari berenang di kolam renang umum ketika sedang ramai.
– Sebisa mungkin terapkan?physical distancing?dengan orang lain.
– Selalu gunakan masker ketika tidak berada di dalam kolam.
– Hindari berbagi penggunaan barang pribadi dengan orang lain, seperti kacamata renang, handuk,?kickboard, peralatan mandi, atau penutup hidung.
– Semprotkan disinfektan pada perlengkapan renang yang digunakan setelah selesai berenang, kemudian langsung mandi dan berganti pakaian dengan baju yang bersih.
Khusus bagi pengelola kolam renang umum, beberapa langkah juga perlu dilakukan untuk meminimalisir penularan COVID-19. Apa saja?
– Memastikan kebersihan kolam renang selalu terjaga
– Memastikan staf kolam renang memakai masker dan selalu menjaga jaga jarak
– Membatasi jumlah pengunjung kolam renang agar tidak terjadi kerumunan
– Memisahkan akses masuk dan keluar kolam renang
– Melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area kolam renang secara rutin
– Menyediakan sarana?cuci tangan?dan?handsanitizer?di beberapa tempat di area kolam renang
– Memperbanyak ventilasi udara di ruang ganti dan area kolam, jika kolam tersebut berada di dalam ruangan (indoor)
Itulah fakta keamanan berenang saat pandemi COVID-19. Kesimpulannya, air kolam renang yang mengandung klorin tidak bisa menjadi perantara penyebaran COVID-19, melainkan keramaian di kolam renang umumlah yang meningkatkan risiko penularan COVID-19.
Berenang sendiri memiliki beragam manfaat. Selain membuat pikiran menjadi lebih rileks, rutin berenang juga bermanfaat untuk membangun massa otot, mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah, menurunkan berat badan,?menjaga kesehatan jantung, serta memperbaiki?mood?dan kualitas tidur.
Selain itu,?berenang?juga dapat meningkatkan imunitas tubuh. Sehingga tubuh lebih kuat melawan bakteri dan virus penyabab penyakit.
Jadi, jika ingin berenang di kolam renang umum, tempat rekreasi air, atau pantai, pastikan kamu menerapkan tips di atas agar aman.
Bila kamu merasa kesulitan untuk menerapkannya, jangan memaksakan diri. Masih ada banyak pilihan?olahraga?lain yang bisa kamu lakukan, kok, misalnya?yoga, senam aerobik, pilates, jalan santai, atau bersepeda. Namun, pastikan kamu menerapkan protokol kesehatan ketika berolahraga, ya. (alodokter.com)
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…