Categories: HEADLINESERBA SERBI

Nikmatin Berkemah Di Pinggir Sungai, di Ranca Cangkuang, Ciwidey

Kawasan Ciwidey di Bandung selatan di kalangan wisatawan sudah terkenal akan keindahannya. Tak heran bila daerah ini selalu ramai dikunjungi oleh para pelancong dari berbagai daerah ketika akhir pekan dan musim liburan. Sebut saja destinasi yang tak asing lagi, seperti Kawah Putih, Situ Patenggang, Ranca Upas, Situ Cileunca, dan lain-lain.

Kini bagi para pencinta alam, terdapat area perkemahan di Ciwidey yang bisa dibilang baru viral akhir-akhir ini, yaitu Ranca Cangkuang.

Ranca Cangkuang, yang artinya rawa yang ditumbuhi pohon sejenis palem, merupakan kawasan agrowisata Gamboeng yang berada di bawah pengelolaan Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung.

Luas area bumi perkemahan yang saat ini digandrungi kawula muda tersebut adalah sekira 6 hektar yang terdiri atas tiga blok, yaitu blok atas berupa pebukitan rumput, blok tengah berupa lapangan rumput datar, dan blok bawah berupa lapangan rumput datar yang dialiri sungai.

Terletak di lembah yang asri dan dikelilingi oleh perkebunan teh yang hijau serta jernihnya air sungai, membuat tempat ini berbeda dengan tempat kemping lainnya. Berlokasi di jalan Gambung, Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Bandung ? Jawa Barat, Ranca Cangkuang menawarkan suasana yang tenang dan privasi yang tiada duanya.


Ilustrasi Berkemah di pinggir Sungai (foto: freepik/domonite)

Fasilitas

Fasilitas umum yang tersedia antara lain:
? Mushola
? Toilet
? Kamar Mandi
? Warung
? Jalan berbatu untuk akses masuk kendaraan roda 4 dan roda 2.

Aktivitas

Aktivitas wisata yang bisa anda lakukan di Ranca Cangkuang:
? Berkemah
? Gathering
? Outbound
? Panahan
? Paint Ball
? Tubing di sungai
? Bersepeda

Tiket Masuk
? Tiket masuk : Rp 12.500/orang/malam
? Parkir motor : Rp 3.000
? Parkir mobil : Rp 5.000
? Tiket terusan untuk mobil yang dibawa ke area perkemahan berdekatan dengan tenda : Rp 25.000

Tips
? Selama pandemi Covid-19, disarankan untuk mematuhi protokol kesehatan, yaitu jaga jarak, pakai masker dan rajin cuci tangan dengan sabun.
? Memakai jaket tebal, sarung tangan, dan kupluk untuk mengurangi pengaruh hawa dingin saat malam hari.
? Membawa perlengkapan kemping, seperti sleeping bag, matras, tenda, dan lain-lain.
? Menggunakan kendaraan roda 4 yang bersasis tinggi.
? Menjaga kebersihan dan etika selama berada di area perkemahan.
? Datanglah pada weekday agar tidak terlalu ramai.

Nur Ihsan

Recent Posts

Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…

2 tahun ago

Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…

2 tahun ago

Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…

2 tahun ago

Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…

2 tahun ago

Anies Minta Rakyat Riang Gembira di Pemilu 2024

BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…

2 tahun ago

Golkar Rapat Konsolidasi di Bandung Dihadiri 3 Ribu Saksi TPS

BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…

2 tahun ago