close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Minggu, 19 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR JABAR

Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

Kurniawan
Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
in KABAR JABAR
Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul relawan Angin Perubahan (ABAH) Anies Baswedan dan Bale Amin hari ini menggelar diskusi kebudayaan yang menghadirkan para budayawan dan pegiat seni di Jawa Barat.

Pasangan Capres dan Cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN), menempatkan kebudayaan sebagai salah satu aspek penting dalam visi misi mereka. Aspek kebudayaan tercantum dalam “Delapan Jalan Perubahan” serta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari 28 simpul kesejahteraan.

Sebelumnya, dalam acara “Ngajabarkan Anies Baswedan”, Capres Anies Baswedan menekankan pentingnya aspek kebudayaan dan pendidikan seni sejak dini untuk menghadirkan SDM Indonesia yang berkualitas.

Dalam pandangan Anies Baswedan, budaya adalah investasi yang tak ternilai untuk masa depan. Disisi lain, budaya juga merupakan salah satu soft power dan sarana diplomasi untuk menjadikan Indonesia mendapat respek dan pernghormatan dari negara lain. Selain itu, Capres Anies Baswedan juga berjanji untuk menghadirkan pusat-pusat kebudayaan di berbagai kota di Indonesia.

Budayawan Aat Soeratin yang memberikan pengantar dalam diskusi kebudayaan ini, menyentil keberadaan UU No 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang meski sudah mengakomodir hampir semua aspek kebudayaan, namun masih belum cukup memadai dalam implementasinya.

Menurut Aat, kehadiran UU Pemajuan Kebudayaan memang menjadi angin segar bagi para budayawan, namun pengejawantahannya harus didukung komitmen pemerintah, sebagai pemangku kepentingan utama di bidang kebudayaan.

Budayawan Taufik Rahzen yang juga didaulat untuk menjadi pemantik diskusi menegaskan pentingnya kebudayaan sebagai daya transformasi keindonesiaan.

Dalama amatan Taufik, Kongres kebudayaan 2023, dipenuhi kegairahan, harapan sekaligus keprihatinan. Kegairahan dalam mendefinisikan kembali situasi semasa, serta harapan memasuki normalitas baru paska pandemi dalam tatanan sosial yang maju dan berkelanjutan.

Pada saat bersamaan, Taufik menilai, kegairahan ini juga dibayangi keprihatinan kolektif dibayang bayangi tiga persoalan serentak yaitu krisis ekologis berupa perubahan iklim, kelangkaan pangan, hilangnya biodiversitas hingga merosotnya daya dukung bumi.

Taufik pun merekomendasikan beberapa permufakatan dasar yang dapat diusulkan, diantaranya pertama kebudayaan sebagai daya utama dalam transformasi ke-Indonesiaan. Kedua, mengukuhkan kebudayaan sebagai kebutuhan dasar (public good). Ketiga; mendorong kebebasan berekspresi, pemuliaan daya-budi dan kreativitas merupakan landasan pemajuan kebudayaan. Keempat, Pendidikan yang Berkebudayaan sebagai sekolah kehidupan. hingga urgensi terbentuknya Kementerian KITA (Kebudayaan Indonesia Tanah Air).

Koordinator Relawan Angin Perubahan (ABAH), Eric Wiradipoetra, menjelaskan bawah diskusi kebudayaan ini digelar dengan tujuan untuk merekomendasikan beberapa catatan dan pandangan para budayawan, pegiat seni dan pelaku industri kreatif sebagai materi debat kelima Capres pada 4 Februari 2024.

“Kebetulan dari Timnas Amin, hadir Embi C. Noer dan Muhammad Farhan, sehingga masukan dari para budayawan dan pegiat seni dan industri kreatif ini bisa dititipkan melalui keduanya,” ungkapnya.

Selain itu menurut Eric, diskusi kebudayaan diharapkan dapat merumuskan kerangka acuan pembuatan kebijakan berbasis kebudayaan saat Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden,

Ditambahkan Eric, pelibatan beragam perwakilan pegiat budaya, seni dan pekerja kreatif sebagai salah satu pemangku kepentingan, agar dihasilkan keluaran diskusi yang dapat memenuhi harapan semua pihak. “Harapannya, dari diskusi ini hadir produk kebudayaan yang memenuhi harapan sebagai bagian dari investasi dan diplomasi bangsa yang membanggakan,” pungkasnya

Previous Post

Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

Next Post

Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.