close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Hore Tinggal Satu Zona Merah di Jabar, Yakni Kota Ini

Dery F.G
Senin, 8 Februari 2021 - 17:00:14
in HEADLINE, KABAR JABAR
Ini Daerah Patuh dan Tidak Disiplin Terapkan 3M

Gubernur Jabar Ridwan Kamil (foto: ist)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Hingga pekan ini, hanya satu daerah yang berada di level kewaspadaan risiko tinggi alias zona merah penyebaran covid-19.

?Satu daerah tersebut yaitu Kota Bogor,? kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Senin (8/2/2021).

Ridwan Kamil mengaku bersyukur dengan perkembangan penanganan penyebaran covid-19 di seluruh daerah di Jabar. Misalnya Kabupaten Karawang yang sempat berturut-turut masuk dalam tabel zona merah kini telah membaik.

“Pertama kalinya zona merah tinggal satu, minggu lalu 10. Alhamdulillah kerja keras semua pihak, zona merah tinggal 1 hanya di Kota Bogor. makanya Pak Bima Arya (Wali Kota Bogor) sekarang sedang bergelut dengan kebijakan kebijakan pengetatan,” ujarnya.

Ridwan Kamil menuturkan, kondisi tersebut didukung pula oleh kedisiplinan masyarakat Jabar dalam melaksanakan protokol kesehatan. Adapun kenaikan tingkat kedisiplinan tersebut berada di angka 85,4% untuk warga yang patuh menggunakan masker dan 83,8% untuk menjaga jarak.

?Daerah paling patuh menggunakan masker adalah warga Kabupaten Bandung. Sedangkan yang paling tidak disiplin yakni Kabupaten Pangandaran.?Untuk jaga jarak, paling patuh masih Kabupaten Bandung, yang rendah kepatuhan adalah Kabupaten Garut,? paparnya.

Ridwan Kamil mengatakan, berita terbaik berikut adalah keterisian Rumah Sakit tinggal 63% setelah sebelumnya sempat di angka 80%. Hal ini menandakan penurunan orang yang terpapar Covid-19 secara nyata di Jabar.

“Makanya berkolerasi, kenapa kasusnya kasusnya seolah besar, tapi RS turun. Itu artinya kasus lamanya masih ada, dua tiga hari lalu dari 3 ribu kasus dan 2 ribunya adalah kasus lama,” jelas dia.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil menjelaskan, Kementerian Kesehatan akan segera menuntaskan perbedaan data tesebut pada pertengahan Februari 2021.

“Sehingga yang dilaporkan adalah pure kasus harian dari laboratorium,” katanya.

Tags: coronacovid-19pandemiridwan kamilRumah sakit
Previous Post

Ajukan Penangguhan, Gathan Saleh Tetap Dipenjara

Next Post

Bandung Optimalkan Kampung Tangguh Untuk Posko Covid-19

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.