Akhir pekan kemarin, BPBD Kabupaten Bogor mencatatada?25 kejadian bencana alam, baik banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang. Bencana alam tersebut terjadi di sejumlah kecamatan, di antaranya Megamendung, Cisarua, Ciawi, Tenjolaya, Sukajaya, Nanggung, Citeureup, Cijeruk, Jasinga, Dramaga, Ciampea, Tanjungsari, dan Cigombong.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor Dede Armansyah mengatakan, akibat bencana alam tersebut, 32 rumah mengalami rusak ringan, 18 rumah rusak sedang, 1 rumah rusak berat, dan 2 ruas jalan sempat tertutup timbunan tanah longsor.
?Untuk perkiraan besar kerugian masih kami dalam proses perhitungan,” kata Dede kepada wartawan, Selasa (9/2/2021).
Ia menuturkan, fenomena La Nina membuat Kabupaten Bogor berpotensi besar masih diguyur hujan? deras secara terus menerus hingga akhir bulan. Untuk mengantisipasi bencana alam, pihaknya terus memantau seluruh sungai besar, seperti Ciliwung, Cisadane, Cibeet, Cikeas, Cileungsi, dan Cidurian.
“Ada tujuh sungai besar dan hulu sungainya yang dimonitor ketinggian debit airnya demi mengantisipasi timbulnya korban pada bencana alam,” jelasnya.
Dede mengatakan, pemantauan ketinggian debit air menghindari risiko terjadinya korban luka, jiwa, maupun materil. Pemantauan akan melibatkan banyak relawan.





